News Video

Gunung Krakatau Renggut 36 Ribu Jiwa & Tidak Ada Tanda Kehidupan 5 Tahun. Ternyata Di Sini Lokasinya

Semua bentuk kehidupan di pulau-pulau sekitar Krakatau terkubur di bawah lapisan abu yang tebal dan tidak ada tanda-tanda kehidupan hingga lima tahun.

Editor: M.Andimaz Kahfi

Gunung Krakatau Renggut 36 Ribu Jiwa & Tidak Ada Tanda Kehidupan 5 Tahun. Ternyata Di Sini Lokasinya

TRI BUN-MEDAN.com - Krakatau atau disebut juga Krakatoa dalam bahasa Inggris adalah gunung berapi yang terletak di pulau Rakata.

Pulau ini terletak di Selat Sunda yang memisahkan pulau Jawa dan Sumatra.

Melansir Britannica (11/4/2020) secara geografis, Krakatau terletak di pertemuan antara lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia.

Area ini memiliki aktivitas vulkanik dan seismik yang tinggi.

Menilik dari lokasinya, secara administratif Krakatau sendiri berada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Gunung legendaris ini terbentuk pada masa purba.

Diperkirakan pernah mengalami erupsi dahsyat pada tahun 416 Masehi.

Erupsi tersebut kemudian membentuk kawah raksasa berdiameter 6 kilometer.

Letusan dahsyat tahun 1883

Salah satu yang tidak terlupakan dari gunung ini adalah letusan dahsyat pada 1883 silam.

Pada 20 Mei 1883, Krakatau menunjukkan gejala vulkanik aktif.

Awan abu vulkanik mencapai ketinggian 6 mil (10 km).

Suara ledakan terdengar hingga Batavia (Jakarta), 100 mil (160 km) jauhnya.

Tetapi pada akhir Mei aktivitas itu mereda.

Aktivitas vulkanik dimulai kembali pada 19 Juni.

Menjadi semakin memuncak pada 26 Agustus.

Pada pukul 1 siang hari itu, serangkaian ledakan yang semakin keras terjadi.

Kemudian pada pukul 14.00 WIB awan hitam abu setinggi 27 mil (27 km) terlihat di atas Krakatau.

Puncaknya erupsi terjadi pada pukul 10.00 WIB tanggal 27 Agustus.

Dengan ledakan luar biasa yang terdengar hingga 2.200 mil (3.500 km) jauhnya di Australia dan mendorong abu vulkanik hingga mencapai ketinggian 50 mil (80 km).

Intensitas ledakan mengalami penurunan sepanjang hari.

Pada pagi tanggal 28 Agustus gunung berapi itu terlihat tenang.

Tetapi, letusan kecil kembali terjadi pada bulan-bulan berikutnya dan pada bulan Februari 1884.

Ledakan dahsyat dari gunung berapi itu memicu serangkaian tsunami.

Atau gelombang laut seismik, yang tercatat mencapai Amerika Selatan dan Hawai.

Gelombang terbesar tsunami mencapai ketinggian 120 kaki (37 meter) dan merenggut 36.000 jiwa di kota-kota pesisir terdekat Jawa dan Sumatra.

Semua bentuk kehidupan di pulau-pulau sekitar Krakatau terkubur di bawah lapisan abu yang tebal dan tidak ada tanda-tanda kehidupan hingga lima tahun kemudian.

Lahirnya Anak Krakatau

Pada awal 1928, akibat aktivitas vulkanik dan seismik yang terus berlangsung.

Nampak puncak gunung kecil yang naik mencapai permukaan laut.

Lalu, pada 1930 puncak kecil itu menjadi pulau kecil bernama Anak Krakatau yang juga merupakan gunung berapi.

Gunung berapi itu telah aktif secara sporadis sejak saat kemunculannya.

Terus mengalami pertumbuhan hingga ketinggian mencapai sekitar 1.000 kaki (300 meter) di atas permukaan laut.

Pada 2018 erupsi Anak Krakatau mengakibatkan gelombang tsunami yang menyapu pesisir pantai Jawa dan Sumatera.

Sedikitnya 426 orang tewas dan 7.202 lainnya terluka akibat peristiwa itu.

Anak Krakatau kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan terjadinya erupsi pada hari Jumat (10/4/2020) malam.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : "Di Mana Lokasi Gunung Anak Krakatau?"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved