Dzulmi Eldin Tidak Akui Menyuruh Syamsul Fitri Untuk Kutip Uang dari Para Kadis

Dalam sidang lanjutan terdakwa Syamsul Fitri, perkara dugaan suap yang dilakukan Wali Kota Medan, menghadirkan saksi mahkota Dzulmi Eldin.

TRIBUN MEDAN/ALIF
SIDANG lanjutan 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Dalam sidang lanjutan terdakwa Syamsul Fitri, perkara dugaan suap yang dilakukan Wali Kota Medan, menghadirkan saksi mahkota Dzulmi Eldin.

Dalam keterangannya, Dzulmi Eldin tidak mengakui telah menyuruh Syamsul Fitri untuk mengutip kepada Kepala OPD di lingkungan Pemko Medan.

"Saya tidak pernah menyuruh Syamsul Fitri untuk mengutip uang ke kadis-kadis," kata Eldin dari teleconference di ruang Cakra II Pengadilan Tipikor Medan, Senin (13/4/2020).

Jaksa KPK Siswandono kemudian menanyakan asal perolehan uang perjalanan Eldin. Namun, Eldin masih kukuh menjawab tidak mengetahuinya.

"Tidak pernah menyuruh, termasuk juga untuk biaya perjalanan dinas, itu dari Protokoler dan bagian umum sudah dianggarkan," katanya.

Jaksa kembali mencecar soal perjalanan Dzulmi Eldin di Tarakan. Ia menanyakan soal dana non-budgeter, di mana Dzulmi Eldin diketahuinya menyewa sebuah mobil Alphard.

"Saya tidak tahu, itu urusan Kasubbag Protokoler yang menyiapkannya, saya di sana tidak mengetahui bahwa saya akan mengenakan Alphard," jawab Eldin.

Eldin menambahkan bahwa Syamsul hanyalah mengatur perjalanan dinas dirinya saja bila ke luar kota ataupun ke luar negeri.

Kembali ditanyakan Jaksa KPK mengenai laporan utang Pemko Medan, Eldin mengaku Syamsul Fitri tidak pernah memberikan laporan kepada dirinya.

"Tidak, saya tidak pernah diberitahukan ada utang oleh Syamsul Fitri, melainkan saya tahu dari staf saya," kata Eldin.

Halaman
123
Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved