Panti Rehabilitasi Narkoba yang Didirikan Eks Napi Terorisme Dirusak OTK di Binjai
Panti rehabilitasi narkoba yang didirikan dan dikelola oleh mantan napi terorisme di Kwala Mencirim Binjai, dirusak oleh orang tidak dikenal (OTK).
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tri bun-Medan / Dedy Kurniawan
TRI BUN-MEDAN.com, BINJAI - Panti rehabilitasi narkoba yang didirikan dan dikelola oleh mantan napi terorisme di Kwala Mencirim Binjai, dirusak oleh orang tidak dikenal (OTK).
Salah satu pondok yang hendak dibangun dibakar dan sudah rata dengan tanah.
Perusakan itu terjadi pada Sabtu malam (11/4/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.
Diduga OTK yang melakukan perusakan merupakan jaringan bisnis haram narkotika, yang tidak senang dengan adanya panti rehabilitasi yang bergerak di bidang kemanusiaan.
Panti rehabilitasi ini masih dalam proses pembangunan, didirikan sejumlah mantan napi terorisme seperti Gogon, Ramses, Rizki Gunawan, dan Khairul Ghazali.
Tujuan pendirian panti ini sebagai kegiatan ekonomi para mantan napi terorisme dan kombatan dan integrasi bermanfaat untuk masyarakat.
"Kami ini kan baru mau membangun, jadi mungkin ada oknum-oknum yang tidak suka kami melakukan rehabilitasi bagi korban-korban narkotika. Tujuan kami agar ada aktivitas ekonomi dan kegiatan positif untuk masyarakat dengan diadakannya rehabilitasi berbasis Islam dan pesantren," kata Khairul Ghazali, Senin (13/4/2020)
Panti rehabilitasi yang dirusak ini masih berupa sebuah pondok dan plang, dan rencananya sesuai rencana akan dibangun masjid, pondok-pondok rehab, klinik, ruang belajar, danau buatan, dan taman-taman edukasi untuk terapi alam bagi pasien-pasien korban narkoba.
Menurut Syahrul alias Ramses dalam beberapa peristiwa teror di Indonesia, rencana panti rehab ini juga dimaksudkan untuk menggalang kekuatan sesama mantan napi terorisme. Katanya, keberadaan mereka untuk membantu pemerintah mengatasi narkoba yang semakin parah.
"Selain itu rehab demi adanya peluang pekerjaan bagi para mantan napiter pascabebas dan tentunya untuk membuktikan semangat NKRI kami," katanya
Kapolsek Sei Bingai Iptu Endramawan dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya belum ada menerima laporan dari korban.
Kendati demikian, diakuinya bahwa dirinya pernah menerima info adanya penolakan dari masyarakat dengan keberadaan panti rehabilitasi tersebut.
"Saya belum ada dapat laporan. Memang setahu saya pernah ada informasi bahwa ada masyarakat yang menolak. Terima kasih infonya saya akan tindak lanjuti," pungkasnya.
(Dyk/tri bun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/panti-rehabilitasi-narkoba-dirusak.jpg)