Gelombang PHK di Sumut

Ketua Kadin Sumut Imbau Pengusaha Tak Lakukan PHK, Masih Ada Opsi Lain

Jika kondisi masih belum juga membaik, untuk sementara demi kebaikan bersama masih ada opsi lain salah satunya mengurangi insentif pegawai.

TRIBUN MEDAN/CHANDRA
KETUA Kadin Sumatera Utara, H Ivan Iskandar Batubara saat konferensi pers di Gedung Penprov Sumut, Selasa (14/4/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pandemi virus Corona yang melanda Indonesia khususnya wilayah Sumatera Utara turut memukul berbagai sektor yang berdampak buruk bagi pertumbuhan perekonomian.

Ancaman pemecatan massal pun kini mulai menjadi isu yang mengkhawatirkan tak terkecuali di wilayah Sumatra Utara.

Terkait persoalan itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatra Utara, Ivan Iskandar Batubara mengimbau agar para pengusaha nasional yang ada di Sumut tidak memilih opsi untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Pengusaha nasional yang ada di daerah ini juga kita imbau agar tidak lebih memilih opsi PHK, tapi bagaimana kita bisa mampu bertahan, mengevaluasi," ujarnya, Selasa (14/4/2020).

Menurut Ivan Batubara, di luar PHK, masih ada opsi lain yanh bisa diambil agar semua pihak dapat bertahan di tengah wabah Covid-19 saat ini.

Jika kondisi masih belum juga membaik, untuk sementara demi kebaikan bersama masih ada opsi lain salah satunya mengurangi insentif pegawai demi kebaikan bersama.

Namun semuanya tetap perlu dilakukan pembicaraan.

"Salah satu opsinya antara lain bisa dengan mengurangi jumlah insentif ataupun gaji. Tidak dapat yang terbaik ya kita coba yang baik. Semua opsi kita bicarakan dengan baik. Semua pilihan bisa kita dapat dengan baik," terangnya.

Disnaker Sumut Sebut Belum Terima Aduan PHK, Serikat Pekerja Klaim Terima 600 Laporan

Tak hanya itu, Ivan juga mengatakan, Kadin Sumut sebagai rumah besar berkumpulnya para pengusaha nasional di Sumatera Utara terus berupaya untuk melakukan sejumlah hal yang dirasa perlu di tengah kondisi saat ini.

Salah satu diantaranya juga mengimbau agar pengusaha menyediakan fasilitas di pabrik bagi para karyawannya.

Tujuannya untuk mencegah penyebaran dan memutus mata rantai virus corona dan agar para pekerja tidak harus pulang pergi dan tetap terjaga kesehatannya.

"Kita ingin menyampaikan pada para pengusaha yang memiliki pabrik berupa opsi-opsi atau alternatif bagaimana memutus mata rantai virus ini agar pekerja di setiap pabrik bisa melakukan kegiatan dan berdomisili sementara di pabrik tersebut. Jadi disiapkan fasilitas agar mereka tidak pulang pergi. Ini salah satunya," kata Ivan.(can/tri bun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved