Peduli Covid-19, GAPKI Sumut Berikan Bantuan untuk 14 Rumah Sakit

Kepedulian dalam pencegahan Virus Corona atau Covid-19 ditunjukkan oleh para pelaku usaha dengan memberikan berbagai bantuan.

Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Natalin Sinaga
GAPKI Sumut menyerahkan bantuan penanganan Covid-19 kepada tim Gugus Tugas di Rumah Dinas Gubernur, Medan, Rabu (15/4/2020). 

Laporan Wartawan Tri bun-Medan/Natalin

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kepedulian dalam pencegahan Virus Corona atau Covid-19 ditunjukkan oleh para pelaku usaha dengan memberikan berbagai bantuan.

Salah satunya ditunjukkan oleh pelaku usaha sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumatera Utara (Sumut).

Sekretaris GAPKI Sumut, Timbas Prasad Ginting mengatakan pihaknya memberikan bantuan ke 14 rumah sakit daerah kabupaten penghasil perkebunan dan sembako di berbagai daerah.

"Bantuan ini kita hibahkan ke tim Gugus Tugas COVID-19 untuk menyalurkan ke lapangan, mudah-mudahan dengan begini akan terbantu masyarakat yang kurang mampu dan terbantu juga rumah sakit-rumah sakit daerah," ujar Timbas di Rumah Dinas Gubernur, Medan, Rabu (15/4/2020).

Dikatakannya, bantuan yang diberikan ke 14 rumah sakit tersebut dalam bentuk disinfektan, sabun dan lain-lain.

Selain itu, seluruh anggota GAPKI juga memberikan sembako berupa beras, minyak, mie instan, gula dan sebagainya.

"Sabun juga kita kerjasama dengan Musim Mas, ini akan diedarkan ke 14 rumah sakit umum daerah Langkat, Deli Serdang, Sergei, Batubara, Asahan, Simalungun, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Padang Lawas Utara, Tapanuli, Madina, dan sebagainya," jelasnya.

Dalam penyaluran sembako kepada masyarakat kurang mampu, kata Timbas, pihaknya juga akan bekerjasama dengan tim Gugus Tugas dan Polda.

"Anggota GAPKI juga sudah menyalurkan bantuan-bantuan khususnya untuk sembako, disinfektan. Kalau dihitung-hitung beberapa anggota sudah memberikan miliar. Kekurangan kita tidak terdata, seolah-olah kebun itu kurang memperhatikan, padahal kita sudah melakukan pemberian bantuan-bantuan," ungkapnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan dampak Covid-19 terhadap industri sawit belum begitu terpengaruh meskipun agak sedikit terganggu untuk ekspor.

"Pabrik dan kebun di Sumut anggota kami masih berjalan, demikian juga karyawan tetap berjalan, belum ada hambatan. Jangan sempat terjadi lockdown itu yang kami khawatirkan makanya kami betul betul tegaskan kepada anggota kami supaya ikuti semua prosedur yang ditentukan pemerintah,"ujar Timbas.

Ia mengatakan para anggota GAPKI juga sudah disurati agar mengikuti ketentuan pemerintah. Untuk karyawan juga tidak mudik namun diberikan fasilitas teleconference.

"Kalau sempat satu daerah kebun terkena maka diisolasi kebunnya, jadi kita sedini mungkin supaya jangan terkena, dan mudah-mudahan sampai sekarang belum ada," ucapnya.

(nat/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved