Serikat Pekerja PLN Dukung Kontrak Proyek 35 Ribu MW Dinegosiasi Ulang

Langkah itu dinilai perlu untuk mengurangi beban keuangan PLN di tengah situasi darurat penanggulangan wabah corona saat ini.

Kompas.com
ILUSTRASI listrik PLN. 

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Serikat Pekerja (SP) PLN menyatakan dukungannya atas upaya manajemen PT PLN (Persero) untuk melakukan renegosiasi kontrak IPP (Independence Power Producer) dalam Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW.

Langkah itu dinilai perlu untuk mengurangi beban keuangan PLN di tengah situasi darurat penanggulangan wabah corona saat ini.

Ketua Umum SP PLN M Abrar Ali mengatakan, di tengah merebaknya wabah dan penetapan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), PLN telah berkomitmen untuk tetap menerangi negeri dan bahkan memberikan listrik gratis serta diskon untuk membantu masyarakat yang terdampak wabah tersebut.

Dengan status darurat bencana wabah penyakit tersebut, kata Abrar, banyak kegiatan di sektor industri dan bisnis tidak dapat beroperasi dengan normal. Hal itu berdampak pada turunnya penjualan atau pemakaian tenaga listrik yang diperkirakan bisa mencapai 6 hingga 9 persen dan menggerus penerimaan PLN.

"Belum lagi dengan adanya kebijakan listrik gratis bagi pelanggan 450 VA subsidi dan diskon 50 persen bagi pelanggan 900 VA, akan berdampak pada kas PLN. Di sisi lain beban operasi yang harus ditanggung PLN juga terus naik, terutama akibat melemahnya nilai tukar rupiah," ungkapnya.

Akses Token Listrik Gratis Error? Simak Penjelasan PLN lewat WhatsApp dan Website www.pln.co.id

Namun, lanjut Abrar, renegosiasi perlu disiapkan secara matang oleh direksi PLN agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi pihak lain dan agar penyediaan tenaga listrik tetap dapat dijalankan secara berkesinambungan.

Abrar mengatakan SP PLN juga meminta dukungan dari seluruh mitra kerja baik swasta maupun BUMN, pemerintah dan DPR untuk bekerja sama menjaga kesinambungan industri ketenagalistrikan Indonesia.

SP PLN juga menyuarakan evaluasi internal terkait rencana investasi secara massif, apakah masih relevan dengan perlambatan pertumbuhan yang akan terjadi di tahun ini.

Kontrak energi primer, kontrak pengadaan material dan konstruksi menurutnya juga merupakan hal-hal yang harus disoroti dan diperhatikan oleh Direksi PLN demi menyelamatkan keuangan BUMN kelistrikan tersebut.

Dikatakannya, PLN sebagai BUMN dalam kondisi normal bisa saja meminta suntikan dana dari pemerintah untuk mendukung keuangannya.

Namun, dengan kondisi saat ini menurutnya pemerintah tengah membutuhkan dana ekstra untuk hal-hal yang penting lainnya.

"Untuk itu, pengurus dan anggota SP PLN dari Sabang sampai Merauke mendukung langkah-langkah yang ditempuh oleh Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini beserta jajaran direksi lainnya untuk melakukan renegosiasi kontrak IPP guna mengurangi tekanan terhadap likuiditas PLN, terutama yang bersumber dari kontrak IPP, energi primer, pengadaan material dan konstruksi," ujarnya.

Di bagian lain, SP PLN juga menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan anggota SP PLN khususnya dan pegawai PLN pada umumnya untuk berpartisipasi meningkatkan produktivitas dan efisiensi pada semua lini organisasi serta terus membangun komunikasi dan hubungan industrial yang harmonis dengan manajemen setempat.(nat/tri bun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved