Di Bandara Kualanamu Pergerakan Pesawat Turun 68%, Penumpang Anjlok, Cargo Turun 44,8 Persen

PT Angkasa Pura II mengakui adanya penurunan pergerakan pesawat di Bandara Internasional Kualanamu.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga melihat pesawat udara yang akan parkir di Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Deliserdang. 

Laporan Wartawan Tri bun-Medan/Natalin

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - PT Angkasa Pura II mengakui adanya penurunan pergerakan pesawat di Bandara Internasional Kualanamu. Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 menjadi dampak dari penurunan tersebut.

Plt Manager Branch Communication and Legal PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Kualanamu, Paulina Simbolon mengatakan pihaknya mencatat pergerakan pesawat di Bandara Internasional Kualanamu pada tanggal 13 April 2020 menunjukan tren penurunan bila dibandingkan dengan tanggal yang sama pada tahun lalu. Penurunan terjadi sebanyak 68,02 persen.

Pada tanggal 13 April 2019 terdapat 172 pergerakan pesawat. Sementara pada tanggal yang sama tahun 2020 ini hanya ada 55 pergerakan pesawat.

"Jumlah penumpang juga mengalami penurunan. Pada 13 April 2019 terdapat 18.700 penumpang, sedangkan pada tanggal yang sama Tahun 2020 hanya terdapat 2.486 penumpang," ujar Paulina.

Diakuinya, bandara sampai saat ini berjalan normal hanya saja jumlah pergerakan pesawat dan penumpang tidak seperti bulan atau tahun sebelumnya.

"Bandara masih normal, penerbangan masih ada khususnya domestik masih berjalan dengan lancar meskipun rutenya tidak sebanyak hari normal pada biasanya," ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi cargo mengalami tren penurunan 44,80 persen. Untuk tren okupansi juga mengalami penurunan sejumlah 37,46 persen.

"Terutama aktivitas cargo masih tinggi, pergerakan penumpang juga masih ada. Yang biasanya dalam satu hari ada 20 ribu penumpang untuk hari-hari sekarang jumlahnya memang menurun karena adanya wabah Covid-19 ini," jelas Paulina.

Adapun jumlah penumpang pada tanggal 12 April 2020 mencapai 3.776 penumpang, pada tanggal 11 April 2020 berjumlah 2.253 dan tanggal 10 April 2020 sebanyak 3.215.

Sesuai anjuran pemerintah supaya tidak banyak berpergian dan selalu tinggal di rumah dengan begitu penumpang mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Untuk tujuan ke Jakarta juga tetap ada penerbangan, kebanyakan alasan berpergian untuk mengantarkan hasil laboratorium, aktivitas cargo, relawan, maupun urusan keluarga yang sangat mendesak dan lain-lain.

Di samping itu, penerbangan internasional juga mengalami penurunan. Ia berharap pandemi Covid-19 ini cepat usai dan aktivitas kembali normal.

"Tetap ikuti anjuran pemerintah namun khususnya kami tetap beroperasional untuk mendukung kelancaran seperti pengangkutan logitik, pengangkutan hasil lab dan lain sebagainya," katanya.

(nat/tri bun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved