Gubernur Edy Rahmayadi Jenguk Mantan Dokter PSMS Marah Ganti Siregar di RS USU

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjenguk mantan dokter PSMS Medan ketika juara di era Perserikatan 1983 dan 1985, Marah Ganti Siregar

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Juang Naibaho
HO
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menjenguk pembina kesehatan Olah Raga yang juga dokter PSMS Medan ketika juara di era Perserikatan 1983 dan 1985, Marah Ganti Siregar di ruang ICU RS Universitas Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menjenguk mantan dokter PSMS Medan ketika juara di era Perserikatan 1983 dan 1985, Marah Ganti Siregar (87) di ruang ICU Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (17/4/2020).

Kunjungan tersebut tidak diduga sebelumnya oleh anak kandung Marah Ganti, yaitu Prof Fidel Ganis Siregar yang juga Wakil Rektor II USU.

Kunjungan itu dilakukan Edy itu di sela-sela peresmian laboratorium untuk melakukan uji polymerase chain reaction (PCR) di Rumah Sakit USU.

Edy bersama Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting dan didampingi Rektor USU Runtung Sitepu, Ketua MWA Panusunan Pasaribu, Kadis Kesehatan Provsu Alwi Hasibuan dan Dirut RS USU Syah Mirsa Warli.

Pada kesempatan itu Edy Rahmayadi turut mendoakan agar kesehatan Marah Ganti cepat pulih. Kepada Fidel, Guberrnur menyampaikan agar tetap menjaga kesehatan selama merawat orangtuanya.

Fidel Ganis dalam kesempatan terpisah bercerita bahwa Ayahnya merupakan orang yang tak pernah memberi perintah tetapi selalu menunjukkan contoh. Beliau selalu sederhana dalam segala hal.

Fidel yang juga Exco Asprov PSSI Sumut bidang pembinaan usia dini, menuturkan, seorang mantan mahasiswa ayahnya juga pernah menyampaikan pengalaman yang mengharukan saat dibimbing oleh ayahnya itu.

"Beberapa saat sebelumnya, ada WA seorang bermarga Tambunan yang memperkenalkan diri sebagai mantan mahasiswa USU yang bercerita sambil mendoakan. Dia teringat dulu ketika pak Dokter Marah Ganti sebagai pembina mengantarkan para mahasiswa USU ber-KKN ke daerah terpencil," ujarnya, Jumat (17/4/2020) malam.

Fidel melanjutkan, mantan mahasiswa ayahnya itu menceritakan bagaimana ayahnya selalu membelikan kebutuhan pokok pangan para mahasiswa yang tengah KKN dan kelompok lainnya ketika datang berkunjung dan saat evaluasi pelaksanaan KKN.

"Kami (para mahasiswa) adalah kelompok mahasiswa USU dari keluarga miskin, beliau seperti ayah yang tak kan pernah bisa kami lupakan dan kami balas jasanya. Demikian beberapa cerita dari sekian banyak lainnya tentang kebaikan dan keunikan beliau , baik sebagai Dosen, Dokter, maupun sebagai insan yang banyak terlibat dalam membina kesehatan olah raga di masa lalu," tutur Prof Fidel menirukan apa yang diungkapkan Tambunan.

Marah Ganti Siregar merupakan seorang dokter lulusan angkatan 1 Fakultas Kedokteran USU tahun 1952. Dia juga lama menjadi tim kesehatan KONI Sumut sejak 1973-1985, Ketua tim kesehatan PON Sumut 1973-1977-1981-1997, ketua tim kesehatan POMNAS Sumut ke beberapa Pekan Olah Raga Mahasiswa, ketua PP KORI Sumut ( Persatuan Pembina Kesehatan Olah Raga Indonesia ).

Marah Ganti sering bernazar demi kemajuan PSMS. Di antaranya pada tahun 1983 saat PSMS menaklukan Timnas Irak 1-0 dalam kejuaraan Piala Marah Halim, Marah Ganti tidur di tengah lapangan hijau Stadion Kebun Bunga dari selepas Isya hingga jelang waktu Subuh.

(Can/Tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved