Pengprov Wushu Sumut Tunggu Instruksi KONI Terkait Penundaan PON 2020 Papua

Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Sumatera Utara (Sumut) menunggu instruksi dari KONI Sumut terkait adanya kesepakatan penundaan PON) 2020 di Papua.

TRIBUN MEDAN/SOFYAN AKBAR
ATLET wushu yang lolos PON saat berada di Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI). 

Laporan Wartawan Tri bun-Medan Sofyan Akbar

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Sumatera Utara (Sumut) menunggu instruksi dari KONI Sumut terkait adanya kesepakatan antara Kemenpora dan Komisi X DPR RI untuk mengundurkan jadwal Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.

"Kita terlalu dini kalau berkomentar terkait pengunduran pelaksanaan PON. Karena kita belum tahu jadwal pastinya," kata Sekretaris Pengprov Wushu Heryanto, Jumat (17/4/2020).

Ia mengatakan pengprov Wushu mengikuti arahan dan petunjuk dari KONI Sumut dan sampai saat ini belum ada informasi yang menyatakan bahwa PON diundur.

"Kan masih kesepakatan mengingat pandemi Corona ini. Kita sudah tahu informasi tentang hal itu, cuma tetap kita menunggu keputusan dari KONI Sumut," ujarnya.

KONI Sumut, katanya, yang akan memperbaiki program latihan menuju ke PON nanti apabila betul jadi pengunduran jadwal. "Itupun tergantung pelaksanaannya," katanya.

Terpenting, katanya, para atlet harus tetap bisa menjaga semangat agar bisa berprestasi saat PON.

"Di masa sosial distancing ini, kita berharap kepada para atlet Wushu khususnya yang mendapat tiket ke PON untuk tetap semangat dalam berlatih agar bisa berprestasi dalam ajang empat tahun sekali," ujarnya.

Untuk masalah ada atau tidaknya pengunduran, katanya, itu jangan menjadi pemikiran bagi para atlet. Kalian khusus berlatih agar bisa berprestasi saat PON," katanya.

Seperti diketahui, Pekan olahraga nasional (PON) yang akan digelar pada 20 Oktober 2020 ada pernyataan untuk dilakukan pengunduran.

Terkait masalah ini, Ketua KONI Sumut John Iswandi Lubis mengaku itu masih kesepakatan antara Kemenpora dengan Komisi X DPR RI dalam rapat dengar pendapat (RDP) untuk pengunduran PON 2020 di Papua.

Memang, kata John, kalau melihat kondisi sekarang memang tidak ada cara lain harus diundur.

"Penyelenggaraan bagaimana pun sekarang pengadaan di sana terkendala terkait Covid-19. Hampir semua Peserta dan pelatda seluruh Indonesia dikembalikan ke rumah masing-masing karena masih pandemi," terangnya, Kamis (16/4/2020) seraya menyatakan kondisi ini tidak tahu sampai kapan dan prestasi PON pun tidak akan maksimal.

Ia mengaku, usulan pengunduran jadwal ini pasti banyak pertimbangan apa berbilang bulan atau tahun. "Tentu ada pertimbangan dan bagi kami peserta (daerah inikan peserta) kita akan paruh dan taat kepada keputusan pemerintah. Kalau diundur silahkan," ujarnya.

(akb/tri bun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved