Breaking News:

Dua Terdakwa Kasus Peredaran Ganja 143 Kg di Siantar Dituntut Pidana Mati

JPU Christanto memohon majelis hakim menuntut dua dari lima terdakwa, yakni Andi Putra (36) dan Budi Hutapea alias Obot (34) dengan pidana mati.

TRIBUN MEDAN/ALIJA
PENGAWAL tahanan (kiri) dari Kejari Pematangsiantar mendampingi terdakwa kasus narkotika jenis ganja yang dituntut pidana mati, Obot (tengah) dan Andi (kanan) di Rutan Klas IIA Pematangsiantar, Rabu (22/4/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, SIANTAR - Majelis hakim Pengadilan Negeri Pematangsiantar yang diketuai Danardono memimpin sidang narkotika kelas kakap jenis ganja secara video conference, Rabu (22/4/2020) siang.

Para terdakwa yang berkomplot mengedarkan ganja seberat 143 kg ini, digiring tuntutan satu per satu.

Dalam salinan tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Pematangsiantar Christanto memohon majelis hakim menuntut dua dari lima terdakwa, yakni Andi Putra (36) dan Budi Hutapea alias Obot (34) dengan pidana mati.

"Tidak ada pertimbangan yang meringankan terhadap kedua terdakwa," ujar Christanto seraya mengatakan keduanya bersalah melawan hukum, melanggar Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan primair.

Selain itu, terhadap ketiga rekannya, Ahmad Ifani Simatupang (54), John Freddy Pangaribuan (46) dan Irma Dinata (27) masing-masing dituntut pidana selama 20 tahun penjara.

Tim JPU Christanto dan Rahma Hayati Sinaga mengatakan kelima terdakwa itu berdasarkan fakta sidang terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum, melakukan pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika jenis golongan 1 yang beratnya melebihi 1 Kilogram (Kg) atau melebihi 5 batang pohon ganja.

Terhadap ketiga terdakwa, JPU menilai mereka telah bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan narkoba, meresahkan masyarakat dan merusak generasi bangsa.

Mantan Anggota Panwas Jadi Pengedar Sabu di Samosir

Diketahui dalam dakwaan, terdakwa Andi dan Obot bersama Tanjung, Dedek serta Bembeng (nama ketiga terakhir DPO) berangkat ke Aceh untuk menjemput narkotika jenis ganja sebanyak 200 Kg atas permintaan Dedi yang berada di Lampung.

Rencananya ganja tersebut akan dikirim ke Lampung menggunakan bus.

Singkat cerita, Jumat (4/10/2019), Andi dan Obot bersama ketiga temannya menjeput barang haram tersebut dari seseorang yang tidak dikenal dengan mengendarai dua unit mobil rental. Dari Aceh, mereka membawa 200 kg ganja dan kembali ke Pematangsiantar.

Halaman
12
Penulis: Alija Magribi
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved