Dokter Batalyon Obati Warga Desa Merek yang Dianiaya Anggota Brigif

Jumlah warga Desa Merek yang terluka akibat penganiayaan anggota TNI bertambah. Dokter Batalyon turun obati yang terluka

Tribun Medan
Keributan antara anggota TNI dengan warga terjadi di Desa Merek, Kabupaten Karo, Senin (21/4/2020) tengah malam 

MEREK,TRIBUN-Camat Merek, Juspri M Nadeak mengklaim warganya yang dianiaya anggota Brigade Infantri 7/Rimba Raya sudah berdamai.

Bahkan, Juspri menyebut para korban tidak ingin memperpanjang masalah.

Saat ini, dokter dari Batalyon sudah datang ke Desa Merek untuk mengobati warga yang terluka.

Komandan Brigif 7/Rimba Raya Minta Maaf Anggotanya Aniaya Warga Desa Merek, Sejumlah Orang Terluka

"Intinya, asyarakat memang sepakat untuk berdamai dan tidak ingin masalah ini diperpanjang lagi," kata Juspri, Rabu (22/4/2020).

Ia mengatakan, pascakeributan pada Senin (20/4/2020) malamkemarin, pihaknya bersama dokter Batalyon sudah mendata siapa- siapa saja yang menjadi korban.

Sejauh ini, jumlah korban yang terdata menjadi delapan orang, dari sebelumnya lima orang.

Janda Pensiunan TNI Terlantar dan Sakit-sakitan, Hidup Sebatang Kara Mengandalkan Uang Pensiun

"Kemarin mungkin masih ada yang trauma, jadi enggak berani melapor," kata Juspri.

Karena Komandan Brigif 7/RR, Kolonel Inf Agustatius Sitepu sudah memastikan anggotanya tidak akan berulah lagi, barulah warga berani melapor.

"Nanti kalau memang ada masyarakat yang kembali melapor, akan kami sampaikan juga datanya kepada pihak TNI," ucapnya.

Sosok Menderita Walia, Sniper KKB Buat Repot TNI-Polri Ditembak Mati, Kapolda: Senjatanya Dirawat

Disinggung lebih lanjut mengenai persoalan ini, Juspri pun mengatakan kedua belah pihak sudah sepakat untuk menyelesaikan perselisihan dengan cara kekeluargaan.

Sebelumnya, lima orang dikabarkan luka-luka akibat bentrok dengan anggota Brigif 7/RR.

Persoalan berawal ketika seorang remaja yang tengah mengendarai motor menaikkan gas motornya berkali-kali di SPBU Desa Merek.

Sedang Mencari Ikan, 2 Warga Tewas Tertembak saat Operasi Satgas TNI di Area Freeport, Janji Pangdam

Saat itu, pihak sekuriti memperingatkan pemuda tersebut. Namun, pemuda itu acuh.

Karena kebetulan ada anggota TNI di sana, oknum tersebut mencoba menasehati pemuda tadi.

Namun nasehat itu berujung cekcok, hingga akhirnya terjadi penyerangan ke Desa Merek oleh segerombolan petugas.(cr4)

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved