Breaking News:

Ramadhan 2020

Ini Imbauan Bagi Warga yang Ingin Salat di Masjid Saat Bulan Ramadan

Pemprov Sumut mengimbau agar umat muslim melaksanakan ibadah puasa di rumah masing-masing.

Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk
Juru Bicara Gugas Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Mayor KES dr Whiko Irwan D 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemprov Sumut mengimbau agar umat muslim melaksanakan ibadah puasa di rumah masing-masing.

Terutama masyarakat yang berdomisili di daerah berstatus zona merah Covid-19.

"Silakan ibadah di bulan puasa di rumah masing-masing sehingga kita semua dapat keberkahan di bulan Ramadan, dan terhindar dari penularan virus Corona," tutur Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan saat konfrensi pers, Kamis (23/4/2020) di Gedung Pemprov Sumut, Medan.

Adapun 10 wilayah yang terkonfirmasi pasien Covid-19 di Sumut, yakni Medan 76 pasien, Deliserdang 10 pasien, Simalungun 10 pasien, Siantar 7 pasien, Asahan 4 pasien, Dairi 2 pasien, Toba 1 pasien, Binjai 1 pasien, Karo 1 pasien, dan Labuhanbatu 1 pasien.

Untuk di wilayah di Sumut yang risiko penularan masih relatif rendah, Gugus Tugas Pemprov Sumut menyarankan langkah-langkah bagi masyarakat apabila akan salat di masjid.

Pertama karpet di masjid harus dibuka sehingga tersisa lantai yang dapat dibersihkan dengan air.

“Dilakukan pembersihan menggunakan pembersih lantai minimal 5 kali sehari. Setengah jam sebelum melaksanakan jadwal salat wajib dibersihkan. Karena itu, disarankan membawa sajadah sendiri," tutur Whiko.

Selanjutnya di setiap masjid agar menyediakan sabun cuci tangan. Sehingga jamaah dapat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum melakukan wudhu

Namun ia menegaskan untuk jemaat yang sakit atau sedang mengalami gejala flu untuk tidak melaksanakan salat di masjid.

"Selain itu, selama di dalam dan setelah keluar dari masjid tetap menggunakan masker. Lalu setelah ibadah agar tidak berlama-lama di dalam masjid," ungkap Whiko.

"Bila akan tadarus Al-Quran agar menjaga jarak antara sesama jamaah minimal dua meter," tambahnya.

Whiko mengingatkan bahwa sebagian dari masyarakat yang tidak menjaga diri dari paparan virus corona, mungkin tidak menjadi sakit karena memiliki daya tahan tubuh yang baik.

"Namun virus ini akan dapat menularkan kembali kepada orang-orang di sekitar kita, diantaranya adalah orang-orang lanjut usia, orang-orang dengan penyakit kronis dan gangguan imunitas. Kalangan ini memiliki daya tahan tubuh yang rendah sehingga virus corona membahayakan keselamatan mereka," pungkas Whiko.

(vic/tri bun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved