Pengacara Terdakwa Kepemilikan 143 Kg Ganja Komplain Kliennya Dituntut Hukuman Mati

Dua dari dua lima terdakwa kepemilikan 143 kilogram ganja kering dituntut hukuman mati oleh jaksa

TRIBUN MEDAN/ALIJA
PENGAWAL tahanan (kiri) dari Kejari Pematangsiantar mendampingi terdakwa kasus narkotika jenis ganja yang dituntut pidana mati, Obot (tengah) dan Andi (kanan) di Rutan Klas IIA Pematangsiantar, Rabu (22/4/2020). 

SIANTAR,TRIBUN-Dua dari lima terdakwa kepemilikan 143 kilogram ganja kering dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Siantar, Christanto.

Adapun kedua terdakwa itu yakni Andi Putra (36) dan Budi Hutapea alias Obot (34).

Namun, pengacara kedua terdakwa, Edwin Purba komplain.

Hakim Bebaskan Terdakwa Kepemilikan 66 Kilogram Ganja, Ini yang Dilakukan Jaksa Penuntut Umum

"Saya tidak terima atas tuntutan jaksa.

Karena tidak tepat dan bertentangan dengan UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia dalam Pasal 1 ayat (1)," kata pengacara prodeo dari Biro Bantuan Hukum (BBH) Universitas Simalungun ini, Rabu (22/4/2020).

Edwin mengatakan, rencananya ia akan menyusun nota pembelaan (pledoi) bagi kliennya itu.

Sidang pembacaan pledoi ini dilakukan pada pekan depan.

Ganja 4,5 Bal Dilempar ke Lapas Siantar, Kemenkumham Sumut Menduga Ada Keterlibatan Napi

Sementara itu, tiga terdakwa lain yang masih satu jaringan dengan kedua terdakwa ini dituntut hukuman 20 tahun penjara.

Adapun ketiga terdakwa lain itu masing-masing Ahmad Ifani Simatupang (54), John Freddy Pangaribuan (46) dan Irma Dinata (27).

Dalam tuntutannya, jaksa mengatakan bahwa kelima terdakwa ini terbukti melakukan pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual,

Halaman
123
Penulis: Alija Magribi
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved