PSMS Medan

PSSI Wacanakan Turnamen jika Kompetisi Dihentikan, Pelatih PSMS Setuju Biar Gaji Pemain Jalan Lagi

Jika 29 Mei nanti kondisi di Indonesia belum memungkinkan gelar kompetisi, PSSI memutuskan menghentikan total kompetisi

T R I B U N MEDAN/ilham
Pelatih PSMS,Philep Hansen (kanan) bersama Striker Ary Hermawan 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sudah sebulan juga kompetisi Liga Indonesia baik Liga 1 maupun Liga 2 dihentikan sementara waktu akibat pandemi Covid-19.

Hingga saat ini, PSSI belum memberikan sinyal jadwal akan digulirkan kembali.

Batas waktu dihentikannya kompetisi sampai 29 Mei mendatang.

Jika 29 Mei nanti kondisi di Indonesia belum memungkinkan gelar kompetisi, PSSI memutuskan menghentikan total kompetisi musim ini.

Namun, ada wacana PSSI membuat Turnamen untuk mengisi kekosongan. Rencananya digelar pada Bulan September, itupun jika situasi sudah memungkinkan.

Terkait wacana itu, Pelatih PSMS, Philep Hansen tak masalah mengisi kekosongan sembari menunggu kompetisi musim depan.

Walaupun Philep menginginkan kompetisi berjalan, setidaknya adanya turnamen sebagai ajang pemanasan buat musim depan.

"Menurut saya enggak masalah PSSI buat turnamen. Dibuatkan saja semacam Piala Liga 2. Dari situ juga kan nanti pemain bisa jalan lagi gajinya sambil menunggu kompetisi musim 2021 tahun depan. Sifatnya untuk menjaga pemain saja biar gajian lagi," kata Philep saat dihubungi, Kamis (23/4/2020).

Hanya saja, menurut Philep adanya turnamen ini kurang menarik. Mengingat tidak adanya promosi dan degradasi. Turnamen sifatnya untuk menunjukkan kekuatan tim dan persiapan menuju kompetisi.

"Cuma di sisi lain turnamen ini emang tidak menarik, karena enggak ada promosi dan degradasinya. Sementara kita kan fokus naik ke Liga 1 tahun ini. Paling enggak ya memang mengisi kekosongan sajalah dengan situasi seperti ini," ungkapnya.

Selain itu, Pelatih berlisensi A AFC ini menilai di buat turnamen untuk pemain yang fokus mencari nafkah di sepak bola. Dengan adanya turnamen, otomatis gaji pemain akan jalan lagi. Sedangkan pemain yang memiliki profesi di luar sepak bola, ia yakin akan tetap santai menunggu keputusan PSSI.

"Kalau saya lihat inikan sebenarnya juga buat pemain yang memang fokus mencari nafkah di sepak bola. Ada pemain yang tidak punya kerja di luar sepak bola, dia hanya mencari nafkah dari bola ini. Dari main bola ini dia dapat uang," bebernya.

"Nah kalau pemain yang ada kerjanya, dia pasti santai-santai saja menunggu kompetisi dimulai lagi. Seperti Legimin, terus yang profesi tentara juga pasti tunggu saja kabar dari PSSI," pungkasnya.

(lam/tri bun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved