Pandemi Covid-19, BI Tiadakan Penukaran Uang Melalui Layanan Kas Keliling

pelaksanaan pelayanan penukaran UPK terkait Ramadan dan Lebaran sudah bisa dilaksanakan mulai hari Senin 27 April 2020.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Warga mengantre menukarkan uang pecahan di mobil kas keliling Bank di Lapangan Benteng, Medan, Selasa (21/5/2019). Tahun ini BI tiadakan penukaran uang melalui kas keliling. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN - Terkait dengan adanya pandemi Covid-19 ini Bank Indonesia (BI) tahun ini meniadakan penukaran uang pecahan baru untuk kebutuhan Lebaran tahun 2020 ini melalui layanan kas keliling.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Wiwiek Sisto Widayat mengatakan tahun ini karena pandemi Covid-19, maka proses pemenuhan kebutuhan uang rupiah baru ke masyarakat juga dilakukan penyesuaian.

"Perbedaan itu adalah kegiatan penukaran uang yang dilakukan melalui kas keliling saat ini ditiadakan. Jadi kas keliling untuk penukaran uang dengan menggunakan mobil truk keliling di lapangan, pasar-pasar tradisional atau tempat-tempat keramaian masyarakat ditiadakan," ujar Wiwiek, Jumat (24/4/2020).

Dijelaskannya, pemenuhan kebutuhan UPK (Uang Pecahan Kecil) masyarakat dipenuhi melalui penukaran di kantor-kantor cabang utama, kantor-kantor cabang pembantu perbankan di seluruh wilayah Sumut.

"Kami pastikan bahwa kebutuhan masyarakat akan UPK bisa tetap terpenuhi dengan baik dengan pelaksanaannya dilakukan perbankan," ujarnya.

Kata Wiwiek, terkait dengan jumlah seluruh persediaan uang kartal saat ini di BI mencapai Rp 13,5 triliun.

Jumlah ini kira-kira 137 persen dari realisasi penarikan uang oleh bank tahun 2019 yang sebesar Rp 9,8 triliun.

"Jumlah uang yang ada di kasanah kami sangat mencukupi kebutuhan masyarakat. Dari sejumlah Rp 13,5 triliun itu jumlah UPKnya mencapai Rp 4,5 triliun," ucapnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang ingin mendapatkan UPK, agar bisa dilakukan seawal mungkin atau lebih awal.

Hal ini untuk menghindari adanya penumpukan dan antrean penukaran di kantor-kantor bank.

Selain itu, akan memperlambat pelayanan bank juga tidak sejalan dengan protokol Covid-19 yang mengharuskan ada jaga jarak di antara pengantre.

Diakuinya, pelaksanaan pelayanan penukaran UPK terkait Ramadan dan Lebaran sudah bisa dilaksanakan mulai hari Senin 27 April 2020.

Hal ini untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan menghindari antrean.

"Selain itu kami juga sangat mengimbau dan mengharapkan masyarakat untuk bertransaksi secara non tunai. Dengan menggunakan transaksi non tunai lebih aman, lebih nyaman dan juga mudah untuk melakukan pembayaran. Pemberian sedekah dan bantuan juga sangat gampang dilakukan secara non tunai. Hampir semua lapisan masyarakat saat ini sudah memiliki handphone android dan IOS serta digital," katanya.

(nat/tri bun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved