Pertama Kali, Unimed Gelar Sidang Promosi Doktor secara Daring

Sidang terbuka promosi doktoral ini dijalankan secara terpisah, yaitu di kantor dan di rumah, karena mengikuti kebijakan pemerintah.

HO
Layar menunjukkan guru besar penguji sidang terbuka promosi doktor yang digelar Unimed, Kamis (23/4/2020). Sidang daring ini menggunakan aplikasi Webex Meet. 

TRIBUN-MEDAN.com - Program Doktor Universitas Negeri Medan menggelar sidang terbuka promosi doktor untuk dua mahasiswa S3, yaitu Thamrin selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Uyuni Widyastuti selaku dosen Fakultas Bahasa dan Seni melalui media aplikasi Webex Meet, Kamis (23/4/2020).

Sidang terbuka promosi Doktor ini dipimpin oleh Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, SKM, M.Kes dan sekretaris sidang oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Bornok Sinaga, M.Pd. 

"Mereka berdua merupakan lulusan perdana dari Program Doktor Teknologi Pendidikan PPs Unimed, sekaligus menambah jumlah dosen bergelar Doktor di Unimed. Sekali lagi kami ucapkan selamat, semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna dan terus berkarya bagi pengembangan dunia pendidikan," ujar Syamsul.

Sidang terbuka promosi doktoral ini dijalankan secara terpisah, yaitu di kantor dan di rumah, karena mengikuti kebijakan pemerintah untuk menerapkan physical distancing.

Syamsul mengungkapkan bahwa ujian untuk program Doktoral ini merupakan sejarah dan perdana dilakukan tanpa adanya tatap muka hingga selesai dengan lancar melalui daring.

 "Ujian terbuka program doktor di Unimed kali ini menjadi sejarah. Ini merupakan lulusan perdana dan pertama dilakukan secara daring yang sebelumnya tidak pernah kita lakukan. Ujian terbuka secara daring ini kita lakukan sebagai upaya implementasi pencegahan penyebaran pandemi Covid-19," ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan sidang secara daring ini menjadi bukti bahwa kegiatan akademik berbasis daring tetap dapat dilaksanakan tanpa kendala dan tidak menghilangkan kesakralan dari sidang.

Perasaan bahagia tentu dirasakan oleh dua mahasiswa yang telah menuntaskan masa studinya. 

"Senang luar biasa, udah plong karena perjalanan akademik akhirnya selesai juga. Kalau kendala tidak ada masalah, karena daring ini sejak Covid-19 sudah mulai dilaksanakan dari seminar proposal dan sidang meja hijau kita lakukan dengan daring untuk S1, jadi khusus S3 ini kali ini dilakukan dan prodi pertama dan jadi alumni pertama," ungkap Uyuni.

Ujian sidang terbuka berlangsung selama dua jam. Uyuni menuturkan bahwa sebelum dilaksanakan sidang tersebut, satu hari sebelumnya sudah dilaksanakan simulasi ujian.

"Jadi sebelum ujian hari rabu kami simulasi dulu dengan dosen penguji masuk ke jaringan. Jadi mana kekurangan seperti volume dan jaringan langsung kita atasi jadi tadi sudah tidak ada kendala lagi. Untuk IPK langsung diumumkan ketika penyerahan SK dan saya mendapatkan IPK 3,48," tuturnya.

Thamrin peraih IPK 4,00 juga mengungkapkan rasa bahagianya. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini positif bahwa dalam kondisi apapun, aktivitas kuliah tetap berlangsung.

"Perasaannya senang dan ini hal positif ya bahwa dalam kondisi apapun, aktivitas perkuliahan dan ujian bisa berlangsung berkat teknologi yang ada dari beberapa aplikasi seperti Zoom dan Google Meet. Kalau ini tidak ada maka ujian akan terhenti karena tidak akan bisa face to face. Saya tadi dua jam baru selesai," pungkas Thamrin. (cr13)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved