Polisi Tidak akan Beri Rekomendasi Aksi Buruh Meski FSPMI Ngotot Turun ke Jalan

Kepolisian dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meminta agar buruh tidak melakukan aksi pada 1 Mei 2020 nanti

TRIBUN MEDAN
Sejumlah buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara melakukan aksi pada saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (1/5/2019).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

MEDAN,TRIBUN-Kapolda Sumatera Utara, Irjen Martuani Sormin memastikan pihaknya tetap berpedoman pada maklumat Kapolri dalam mencegah penularan virus Corona/Covid-19.

Begitu juga soal larangan kumpul-kumpul semacam demo buruh.

Katanya, pada hari buruh yang jatuh 1 Mei 2020 nanti, kepolisian tidak akan memberi rekomendasi pada buruh untuk melakukan aksi.

BREAKING NEWS, FSPMI Sumut Terima 600 Laporan Buruh Kena PHK, Ini Sebaran 3 Kota Terbanyak

"Kami tidak akan pernah memberikan rekomendasi untuk giat seperti itu (May Day).

Hal tersebut bertentangan dengan maklumat Kapolri," kata Martuani, Kamis (23/4/2020).

Ia mengatakan, semua pihak diminta menahan diri untuk tidak turun ke jalan.

Ini dilakukan guna kebaikan bersama.

Sebab, kegiatan kumpul-kumpul dapat mempermudah penyebaran corona.

Buruh Sebut UPT Disnaker Sumut Mandul. Laporan Sudah Tujuh Bulan Tidak Diproses

Senada disampaikan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Katanya, ia meminta pengertian semua pihak, khususnya kalangan buruh untuk tidak melakukan aksi pada 1 Mei 2020 nanti.

Halaman
1234
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved