Berita Foto: Pekerja Melakukan Normalisasi Sungai untuk Antisipasi Banjir di Medan

Proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Kementerian PUPR tersebut sebagai langkah antisipasi banjir di Medan.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pekerja dengan alat berat menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Sei Putih, di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin (27/4/2020). Proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Kementerian PUPR tersebut sebagai langkah antisipasi banjir di Medan. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pekerja dengan alat berat menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Sei Putih, di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin (27/4/2020). Proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Kementerian PUPR tersebut sebagai langkah antisipasi banjir di Medan.

Pekerja dengan alat berat menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Sei Putih, di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin (27/4/2020). Proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Kementerian PUPR tersebut sebagai langkah antisipasi banjir di Medan.
Pekerja dengan alat berat menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Sei Putih, di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin (27/4/2020). Proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Kementerian PUPR tersebut sebagai langkah antisipasi banjir di Medan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Pemerintah Kota Medan mengharapkan ke depan Kota Medan tak lagi dilanda banjir seiring dengan rencana normalisasi terhadap sungai  yang ada di kota. Banyak permasalahan yang mendasar terhadap penyebab terjadinya banjir di Kota Medan terutama pada saat musim penghujan. Pelebaran sungai untuk kepentingan masyarakat banyak karena jika hujan sebentar saja, Kota Medan akan banjir.

Pekerja dengan alat berat menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Sei Putih, di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin (27/4/2020). Proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Kementerian PUPR tersebut sebagai langkah antisipasi banjir di Medan.
Pekerja dengan alat berat menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Sei Putih, di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin (27/4/2020). Proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Kementerian PUPR tersebut sebagai langkah antisipasi banjir di Medan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Banjir kiriman istilah yang sering disebut–sudah menjadi pemandangan biasa di sejumlah titik di pemukiman Kota Medan, saat debit air hujan tinggi mengguyur. Salah satu penyebabnya, adalah ketidakmampuan Sungai menampung debit air yang tinggi, sehingga meluap dan meluber ke pemukiman penduduk di sepanjang bantaran sungai.

Pekerja dengan alat berat menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Sei Putih, di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin (27/4/2020). Proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Kementerian PUPR tersebut sebagai langkah antisipasi banjir di Medan.
Pekerja dengan alat berat menyelesaikan proyek normalisasi Sungai Sei Putih, di Jalan Abdullah Lubis, Medan, Senin (27/4/2020). Proyek normalisasi sungai yang dikerjakan Kementerian PUPR tersebut sebagai langkah antisipasi banjir di Medan. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Penanganan masalah banjir yang memutuskan dibentuknya tim ahli untuk menyusuri bantaran sungai dari hulu hingga hilir dan kemudian mencari solusi yang terbaik dalam mengatasi masalah banjir Kota Medan. Yang diendus-endus dari masalah ini, adalah normalisasi bantaran sungai dengan pembebasan jalur hijau selebar 15 meter dari bibir sungai. Jika ini yang terjadi, maka akan ada relokasi penduduk yang bermukim di sepanjang bantaran sungai. (sir/tribun-medan.com)

Penulis: M Daniel Effendi Siregar
Editor: M Daniel Effendi Siregar
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved