Pegiat Wisata Terpaksa Bertani Semenjak Virus Corona Merebak

Merebaknya virus Corona/Covid-19 di Sumatera Utara membawa dampak buruk bagi pelaku wisata di sejumlah daerah, termasuk di Berastagi

TRIBUN MEDAN/M NASRUL
SUASANA Pasar Buah Berastagi yang tampak sepi karena tidak adanya kunjungan wisatawan, Minggu (26/4/2020). Akibat penyebaran virus Corona, pegiat wisata di Berastagi banyak yang beralih profesi, bahkan menganggur. 

BERASTAGI,TRIBUN-Merebaknya virus Corona/Covid-19 di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara membuat ambruk berbagai sektor, tak terkecuali pariwisata.

Seperti halnya di Kabupaten Tanahkaro.

Sejak pemerintah mengeluarkan imbauan agar warga tidak bepergian selama masa penanganan corona, sektor pariwisata di Tanahkaro redup, bahkan mulai padam.

Detik-detik Ibu Memeluk Anaknya 8 dan 4 Tahun setelah Positif Corona, Tertular dari Baju Ayah

"Yang paling terasa dua minggu belakangan ini.

Sudah tidak ada wisatawan datang ke sini," kata Asmawati bru Tarigan, pegiat wisata yang menjual pernak-pernik di pasar buah Berastagi, Minggu (26/4/2020).

Asmawati mengatakan, biasanya di hari libur akhir pekan, wisatawan yang datang ke Berastagi tak terhitung jumlahnya.

Tapi sekarang, sejak wabah corona melanda, tak satupun wisatawan yang ditemui di Berastagi.

Kondisi ini lantas membuat sejumlah pedagang gulung tikar.

Deretan Selebritas yang Melahirkan Tatkala Virus Corona Mewabah, Begini Kisah dan Perjuangan Mereka

"Sudah lebih dari 70 persen lah turunnya (omzet pedagang) ini.

Biasanya, sebelum ada corona ini, masih bisa sikit-sikit kita dapat dari kios.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved