PSMS Medan Pasrah jika Pandemi Covid-19 Berujung Liga Indonesia Setop Total, Tetapi. .

Klub PSMS Medan pasrah jika PSSI dan operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) sampai harus mengeluarkan keputusan resmi menghentikan kompetisi sepakbola

Tri bun-Medan.com/Chandra Simarmata
Manajer PSMS Mulyadi Simatupang (kanan) bersama Sekum Julius Raja saat diwawancara, Senin (20/4/2020) terkait persiapan perayaan ultah PSMS ke 70 yang jatuh pada hari Selasa (21/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Klub PSMS Medan pasrah jika PSSI dan operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) sampai harus mengeluarkan keputusan resmi menghentikan kompetisi sepakbola liga 2 musim ini demi mencegah penyebaran covid-19.

Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang mengatakan meski kondisi tersebut tidak menguntungkan, namun pihaknya akan tetap mengikuti keputusan federasi sepakbola Indonesia atau PSSI terkait lanjut tidaknya liga musim ini.

"Ya kita tentu akan ikut dan patuhi (PSSI). Walaupun dalam kondisi yang tidak menguntungkanlah. Karena ini juga kan pemerintah harus kita dukung dalam hal penanganan covid-19 ini," ujarnya, Senin (27/4/2020).

Namun sebagai manajer klub PSMS, Mulyadi tentu tak ingin liga dihentikan secara total. Karena iti dia tetap berharap wabah covid-19 ini bisa segera berakhir. Dengan demikian tak perlu ada lagi penghentian liga, sehingga kompetisi sepakbola bergengsi di Indonesia ini bisa bergulir normal kembali di bulan Juli.

"Kita berharap Mei ini puncak dari pada corona ini. Jadi kita harapkan bulan Juni sudah ada penurunan covid-19 dan selesai semua," terangnya.

Lebih lanjut kata Mulyadi, di tengah kompetisi yang masih diliburkan, manajemen tetap berusaha memantau perkembangan para penggawa PSMS lewat video latihan yang dikirimkan.

Sebagai manajer, Mulyadi mengaku tetap menjalin komunikasi dengan para pemain dan tetap mengingatkan menjalankan imbauan pemerintah sembari tetap rutin berlatih untuk menjaga kondisi.

Harapannya, jika kompetisi nanti jadi dilanjutkan, stamina penggawa Ayam Kinantan tidak terlalu jauh tertinggal.

"Namun kalau (Liga) dihentikan, semua akan rapat. Paling tidak PSMS berharap jika ada pemutusan kontrak, pemain prioritas ke klub lamanya sepanjang (nilai) kontrak bisa dipenuhi, tidak boleh ke klub lain.

Misal si A kontraknya 100, ya kalau tahun depan dia minta 200 ya kita berharap tetap. Kecuali kalau kita turunkan (nilai kontrak) dia gak mau dan cari klub lain terserah.

Sampai saat ini memang belum ada kesepakatan itu, karena kalau kontrak kita mulai dari awal ya biaya lagi," pungkasnya.

(Can/Tri bun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved