Breaking News:

Update Covid19 Sumut 28 April 2020

Bantuan untuk Keluarga Terdampak Covid-19, Pemprov Sumut Siapkan Anggaran hingga Rp 300 Miliar

Peruntukan dana tersebut sudah diatur dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 Tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Desease.

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/CHANDRA
PELAKSANA Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatra Utara, Ismail Sinaga. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut mempersiapkan alokasi anggaran untuk penyediaan jaring pengaman sosial (social safety net) bagi warga masyarakat yang terdampak akibat wabah Covid-19.

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumatra Utara, Ismail Sinaga mengatakan peruntukan dana tersebut sudah diatur dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 Tentang Percepatan Penanganan Corona Virus Desease.

Ia mengatakan dalam upaya penanggulangan Covid-19 ada beberapa hal yang diamanahkan dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 di antaranya menanggulangi dampak kesehatan atay sektor kesehatan.

Selain itu juga menanggulangi dampak ekonomi termasuk penyiapan jaring pengaman sosial.

"Pak Gubernur sudah mengarahkan agar kita juga menyiapkan alokasi untuk kegiatan jaring pengaman sosial," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Pemprov Sumut, Selasa (28/4/2020).

Ismail menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara ada sebanyak 150 ribu kepala keluarga (KK) terdampak wabah Covid-19 ini yang akan mendapat dana jaring pengaman sosial.

Dari jumlab itu per Kepala Keluarga akan mendapatkan dana sebesar Rp 1,8 juta yang dibagi dalam tiga bulan.

TERKINI, Ada Lima Pasien Sembuh Covid-19 dari Medan dan Siantar, Berikut Identitasnya

"Rencana yang disusun oleh Gugus Tugas, saya menerima informasi bahwa akan disiapkan paling tidak untuk 150 ribu kepala keluarga. Dengan penerimaan perbulan Rp 600 ribu sama dengan program diluncurkan pemerintah pusat selama tiga kali. Berarti Rp 1,8 juta per Kepala Keluarga kali 150 ribu maka total sekitar Rp 270 miliar," terangnya.

Tak hanya jaring pengaman sosial, Ismail juga mengatakan pihaknya juga turut mengalokasikan anggaran untuk pemberian bantuan bahan pangan dari gugus tugas kepada masyarakat.

Bantuan itu akan diberikan pada warga yang juga terdampak wabah covid-19.

"Bantuan bahan pangan dari Gugus Tugas kepada masyarakat itu sekitar Rp 30 miliar jadi total 300 miliar," jelasnya.

Lebih lanjut Ismail kembali mengingatkan agar pengelola keuangan dan aset daerah di kabupaten dan kota, turut melakukan penyesuaian penerimaan pendapatan dan juga refocusing anggaran untuk penanggulangan Covid-19 di daerah masing-masing.

Dia berharap seluruh kabupaten dan kota bisa bersama dalam penanggulangan bencana Covid-19 ini.

"Pesan kami kepada kawan-kawan pengelola keuangan dan aset daerah di kabupaten dan kota, mari kita laksanakan amanah dari Mendagri dan Menteri Keuangan untuk melakukan penyesuaian penerimaan pendapatan di daerah dan juga refocusing anggaran untuk penanggulangan Covid-19 di daerah masing-masing. Dengan bersama kita mampu melawan dan keluar dari bencana ini," pungkasnya.(can/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved