Breaking News:

Bupati Taput Beberkan Isi Screenshoot WA Aktivis Ravio Patra, Kemudian Langsung Beritahu Kapolres

Kasus penangkapan aktivis Ravio Patra oleh Polda Metro Jaya, ternyata bermula dari pesan WhatsApp (WA) yang diterima Bupati Tapanuli Utara (Taput)

TRIBUN MEDAN/HO
Capture pesan WA yang diterima Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dari akun WA yang disebut-sebut milik aktivis Ravio Patra. 

Laporan Wartawan Tri bun-Medan, Arjuna Bakkara

TRI BUN-MEDAN.COM, TARUTUNG - Kasus penangkapan aktivis Ravio Patra oleh Polda Metro Jaya, ternyata bermula dari pesan WhatsApp (WA) yang diterima Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan.

Ravio Patra sempat diamankan di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2020) malam lalu. Ia dituduh melakukan penghasutan untuk melakukan kekerasan.

Ravio sempat diperiksa selama 24 jam, kemudian dipulangkan pada Kamis (23/4/2020) malam. Selain Ravio Patra, staf Kedutaan Belanda berinisial RS, yang sempat ikut diamankan, juga dipulangkan.

Berdasarkan penelurusan Tri bun-Medan.com, Nikson Nababan mengakui penangkapan Ravio berawal dari pesan aplikasi WA yang diterimanya.

"Ada pesan WA masuk ke HP saya, lalu saya capture dan saya serahkan kepada Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marasi Silaen untuk diatensi," ujar Nikson di Tarutung, Taput, Selasa (20/4/2020).

Adapun isi pesan WA yang didapat Nikson Nababan sesuai screenshoot yang diterima Tribun, yakni, “KRISIS SUDAH SAATNYA MEMBAKAR, AYO KUMPUL DAN RAMAIKAN 30 APRIL 2020 AKSI PENJARAHAN NASIONAL SERENTAK, SEMUA TOKO YANG ADA DI DEKAT KITA BEBAS DIJARAH".

Terkait pesan WA itu, Nikson mengaku tidak tahu-menahu maksud dan sosok pengirimnya.

Nikson sempat beranggapan pengirim pesan tersebut adalah warganya di Taput.

"Saya tidak tahu siapa dia, bahkan saya sempat berpikir kalau dia adalah warga Taput," ujar Nikson.

Halaman
1234
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved