Hingga Maret 2020, Jumlah Investor Saham Syariah Capai 72.856 Investor

Saham syariah merupakan efek bersifat ekuitas atau saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
KEPALA KP BEI Sumatera Utara, Pintor Nasution. 

TRI BUN-MEDAN.com,MEDAN - Di tengah pandemi COVID-19, pertumbuhan pasar modal syariah tetap menunjukkan indikator yang positif.

Memasuki bulan Ramadan para investor dan calon investor bisa mulai mencermati saham-saham syariah berkinerja baik, yang saat ini seperti saham lainnya sedang dalam posisi harga yang relatif murah.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah saham syariah terus bertambah.

Per 23 April 2020 terdapat 446 saham syariah atau 64,5% dari total saham yang tercatat di BEI dengan kapitalisasi pasar saham syariah mencapai Rp2.774,4 triliun.

"Dari 26 saham baru yang tercatat selama triwulan pertama tahun 2020, sebanyak 17 saham atau sekitar 65% nya merupakan saham syariah," ujar Tim BEI yang disampaikan Kepala BEI Kantor Perwakilan Sumatera Utara, M Pintor Nasution, Selasa (28/4/2020).

Ia menyampaikan per Maret 2020 jumlah investor saham syariah tercatat mencapai 72.856 meningkat 6,2% dihitung sejak awal tahun.

Investor aktif mencapai 10.676 atau 15% dari total investor saham syariah.

"Sementara itu total nilai transaksi investor saham syariah per Maret 2020 mencapai Rp 677 Miliar dengan volume transaksi sebanyak 3,5 miliar saham dengan frekuensi perdagangan 253.000 kali," jelasnya.

Ia mengatakan secara definisi, saham syariah merupakan efek bersifat ekuitas atau saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Definisi saham dalam konteks saham syariah merujuk kepada definisi saham yang diatur dalam undang-undang maupun peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Halaman
123
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved