Jampi Hutauruk Ajak Pemain dan Pelatih PSMS Kompak Berjuang

Legenda PSMS yang berposisi sebagai kiper di era 80-an ini mengingatkan sudah sejak lama PSMS puasa gelar.

HO/tri bun medan
Mantan pemain sekaligus legenda PSMS Jamaluddin 'Jampi' Hutauruk 

TRIBUN-MEDAN.com - Bisa kembali berlaga di Liga 1 tentunya menjadi harapan besar para fans pecinta PSMS. Itu jugalah yang  menjadi harapan salah satu legenda PSMS, yakni Jamaluddin 'Jampi' Hutauruk.

Sebagai mantan pemain sekaligus pelatih, Jampi yang juga sempat merasakan masa kejayaan saat berkostum PSMS tentu ingin bisa melihat mantan klubnya itu kembali berpretasi.

"Mohonlah pada seluruh pemain yang membela PSMS, semua kompak berjuang untuk menaikkan PSMS ke Liga 1. Karena masyarakat Kota Medan menginginkan begitu," ujarnya, Senin (27/4/2020).

Legenda PSMS yang berposisi sebagai kiper di era 80-an ini mengingatkan sudah sejak lama PSMS puasa gelar.

Setelah terakhir kali merengkuh gelar juara pada 1985 silam, hingga saat ini, PSMS belum sekali pun lagi mengangkat trofi kampiun. 

PSMS hanya mampu menjadi runner-up liga kasta tertinggi Indonesia pada musim 2007/2008 silam. Karena itu, para pecinta PSMS kini haus akan gelar bergengsi.Jampi ingin klub yang terkenal dengan dengan filosofi permainan "rap-rap" dan "ribak sude" ini bisa bangkit seperti di era perserikatan dan disegani.

"Semoga PSMS di Liga 2 musim ini bisa bangkit lagi, maju ke Liga 1. Kita minta juga pada teman-teman pelatih yang saat ini menangani PSMS, benar-benarlah bekerja dengan baik. Berjuanglah semua bersama-sama," pungkas mantan kiper yang juga mengidolakan pemain legendaris Arsenal Pat Jennings ini.

Jampi pernah menghuni skuat PSMS era 87 yang dijuluki sebagai The Dream Team, meski tim bertabur bintang tersebut gagal juara di tahun tersebut.

Sebagai pesepakbola, Jampi bukan tanpa prestasi. Sejumlah prestasi juga pernah digapainya. Antara lain medali emas PON tahun 1985 bersama Suharto AD, Amrustian, Ponirin Meka dan lainnya.

Bahkan selain membela PSMS, Jampi juga pernah berseragam Mercu Buana, salah satu klub tenar lainnya saat itu.

Ketika membela Mercu Buana di kompetisi Galatama dari tahun 80 selama lebih kurang lima tahun, Jampi sempat membawa klub yang pernah jaya tersebut menduduki peringkat ketiga.

Saat berseragam Mercu Buana Jampi pernah merumput bersama sejumlah nama tenar seperti Abdulrahman Gurning, Syahrial, Sutrisno, Badiaraja Manurung serta pemain legendaris lainnya.

Nama Jampi juga melejit bersama Mercu Buana hingga mengantarkan masuk ke Timnas senior Indonesia untuk pra kualifikasi Piala Dunia melawan Selandia Baru, meski saat itu sebagai kiper pelapis. (can)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved