PENCULIK DITANGKAP - Polisi Otak Pelaku Penculik Ation Warga Medan, Dibawa 4 Pria Berbadan Tegap

Pelaku yang bernama Susanto alias Ayong (40) yang merupakan otak pelaku penculikan, berhasil ditangkap petugas

HO/Polda Sumut/tri bun medan
Polisi amankan pelaku kasus penculikan (tengah). Pelaku diapit petugas berpakaian preman, Rabu (29/4/2020) 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN-Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) berhasil menangkap DPO kasus penculikan yang dialami Sjamsul Bahari alias Ationg, warga Kompleks Jemadi Jalan Jemadi Medan.

Setelah selama empat bulan melakukan berbagai upaya untuk dapat lepas dari jeratan hukum, akhirnya pelaku yang bernama Susanto alias Ayong (40) yang merupakan otak pelaku penculikan, berhasil ditangkap petugas Subdit III/Jatanras.

Seperti yang diberitakan sebelumnya,
menurut Fenny Laurus Chen, peristiwa penculikan suaminya terjadi pada 9 Januari 2020 saat korban baru saja selesai makan di Restoran Selecta Jalan Listrik Medan.  

Mantan Pemain PSMS Aldino Manfaatkan Awal Bulan Ramadan bagi Sembako pada Janda Sekitar Rumah

TINDAK TEGAS AKP DH Pasaribu, Kapolrestabes Medan Copot Wakapolsek Terlibat Narkotika, Dimutasi . .

"Begitu keluar dari lift, korban dicegat dan dibawa oleh 4 orang pria berbadan tegap," katanya didampingi kuasa hukumnya, Amrizal dan Ardiansyah Hasibuan beberapa waktu lalu.

Sementara, kuasa hukum korban, Amrizal mengatakan, Sjamsul Bahri alias Ationg dibawa paksa masuk ke dalam mobil innova dan mengambil barang-barang milik korban berupa handphone (HP) dan dompet.

"Saat berada di dalam mobil, korban melihat ada yang dikenalnya yaitu Susanto Ang alias Ayong. Kemudian korban dibawa keliling hingga sampai Pasar 7 Marelan," ujarnya.

Saat di mobil, tutur Amrizal, Ationg melihat dan mendengar Ayong bertelepon dengan seorang dengan sebutan haji.

"Ationg mendapat perlakuan tidak baik, (diduga disiksa) di mobil dengan cara disuruh jongkok dengan kedua lutut mengepit 2 batu bata. Apabila batu itu jatuh, korban ditendang. Perlakuan ini sangat tidak manusiawi," ujarnya.

Anehnya, Ationg dibawa ke kantor polisi di kota Tanjungbalai.

"Di sana korban mendapatkan intimidasi oleh dua orang penyidik yang menyatakan kalau korban disuruh membayar hutang Rp100 juta agar dilepas," kata Amrizal.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved