Sebulan Tak Bertemu Keluarga, dr Pinky Ingin Jadi Relawan Sampai Wabah Selesai

Swastina Pinky Latcuba, satu dari 19 dokter yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RS Martha Friska Medan, mengaku terharu saat melihat pasiennya

HO
Swastina Pinky Latcuba, dokter umum yang saat ini bertugas sebagai relawan Gugus Tugas Covid-19 di Rumah Sakit Martha Friska Medan 

TRIBUN-MEDAN.com - Swastina Pinky Latcuba, satu dari 19 dokter yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RS Martha Friska Medan, mengaku terharu saat melihat pasiennya sembuh.

Baru-baru ini seorang pasien yang masuk dengan hasil tes swab positif Covid-19 akhirnya sembuh dan menuliskan ucapan terima kasihnya kepada para tenaga medis di rumah sakit yang menjadi rujukan itu.

"Yang paling menyentuh itu saat melihat pasien yang dirawat dan kondisinya awalnya sangat tidak baik, namun akhirnya bisa sembuh dan pulang. Di situ jujur terharu, ditambah dia menuliskan ucapan terima kasih di kertas untuk seluruh tenaga medis. Rasanya senang dan tersentuh  karena merasa sudah menjalankan tugas dengan baik," ungkap Pinky, Selasa (28/4/2020).

Sebagai dokter relawan, Pinky melihat langsung bahwa keadaan di rumah sakit rujukan Covid-19 tidak semengerikan yang dibayangkan orang awam.

"Manajemen pelayanan tetap sama dengan standar prosedur operasional rumah sakit pada umumnya. Hanya bedanya, kita harus menggunakan alat pelindung diri yang pasti sedikit membatasi keleluasaan bergerak. Tapi itukan bagian dari prosedur keselamatan," ujarnya.

Rumah Sakit Martha Friska merupakan rumah sakit yang menangani pasien covid-19 dengan kategori berat sementara untuk pasien dengan gejala ringan dan sedang ditangani di Rumah Sakit GL. Tobing, Tanjungmorawa.
Pinky mengatakan ada sedikit perasaan waswas jika menerima pasien dengan gejala sesak nafas dan langsung dibawa ke IGD. Hal ini dikarenakan lamanya hasil tes swab keluar yang bisa memakan waktu sampai sepuluh hari.

"Karena tes swab itukan lama keluarnya, jadi kita enggak tahu apakah pasien positif atau tidak. Di situ sebenarnya ada sedikit perasaan waswas juga," tuturnya.

Lanjut jadi Relawan

Sudah hampir genap satu bulan Pinky tidak bertemu keluarga. Bertugas sebagai dokter relawan Covid-19 membuat Pinky beserta para nakes lainnya tidak bisa pulang ke rumah untuk menjaga keamanan para anggota keluarga.

"Sudah hampir satu bulan tidak bertemu mereka, kami kan tinggalnya di hotel yang tidak jauh dari rumah sakit. Paling berkomunikasi dari video call saja," ujar ibu satu anak ini.

Ia mengaku awalnya niat untuk bergabung menjadi dokter relawan penanganan Covid-19 mendapatkan penolakan dari pihak keluarga. Pinky mengatakan keluarga khawatir akan keadaannya, terlebih dirinya yang sudah memiliki anak.

"Awalnya diomelin karena sudah punya anak kan. Takut gimana-gimana nanti. Sama orang tua juga begitu, takut anaknya kenapa-kenapa. Tapi semakin ke sini semakin mendukung dan menyemangati. Orangtua nyuruh jaga kesehatan dan selalu mengkonsumsi jamu," katanya.

Berdasarkan surat tugas, masa tugas Pinky di Rumah Sakit Martha Friska akan berakhir pada 1 Mei mendatang. Namun, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) ini mengaku dirinya ingin terus melanjutkan tugasnya hingga wabah Covid-19.

"Tetap ingin bertugas, karena kasihan juga kalau pasien masuk terus tapi tenaga medis berkurang. Niatnya ingin bertugas teruslah sampai kasus Covid-19 ini selesai," pungkasnya. (cr14)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved