Breaking News:

Sidang Lanjutan Dugaan Suap Wali Kota Medan, Enam Pejabat di Lingkup Pemko Medan Jadi Saksi

Dalam sidang tersebut Majelis Hakim Abdul Aziz menggiring seluruh saksi dengan pertanyaan siapa sebenarnya yang meminta uang.

TRIBUN MEDAN/ALIF
ENAM orang dijadikan saksi dalam sidang perkara dugaan suap Wali Kota Medan, Kamis (30/4/2020). 

"Dua kali saya dimintai oleh Syamsul, tapi yang pertama nggak saya kasih," katanya.

Absen di Persidangan, Sidang Tuntutan Dugaan Kekerasan Anak Mantan Petinggi Partai Demokrat Ditunda

Dikatakannya, dirinya dihubungi lagi oleh Syamsul untuk meminta uang membantu perjalanan dinas Wali Kota Medan saat ikut kegiatan Apeksi di Tarakan, Kalimantan Timur.

"Saya saat itu langsung memberikan Rp 5 juta. Namun saat itu, Andika yang datang meminta Rp 10 juta, karena arahan dari Syamsul," katanya.

Kemudian Hakim beralih ke Usma Polita Nasution, dan menanyakan berapa jumlah yang diberikan oleh dirinya.

"Tahun 2017 saat menjadi Kepala Dinas Kesehatan, pernah dimintai oleh Syamsul, pertama minta 20, dan itu nggak saya kasih. Namun yang kedua saya kasih. Jadi mereka datang kekantor saya dengan Andika," katanya.

Setelah memberikan uang itu, ia menjelaskan langsung pergi rapat dan tidak menanyakan hal-hal lain.

Kemudian ditanyakan Hakim, uang tersebut diminta untuk dibuat apa.

"Setahu saya, biasanya untuk kegiatan sosial. Seperti di Dinas saya sebelumnya," katanya.

Kemudian Hakim beralih ke saksi Suryadi selaku Direktur Rumah Sakit dr Pirngadi Medan.

Ia mengatakan ada memberikan uang sebesar Rp 80 juta.

"Dia menelepon saya. Dia meminta bantuan Bapak Wali ada kegiatan sosial di masyarakat. Karena kegiatan sosial, maka saya bantu," ujarnya.

"Kalau dana sosial itu tidak ada dianggarkan, seperti sekarang, apa ada pembagian masker selama Covid-19 Ini?" tanya Hakim.

Dan langsung di jawabnya. "Rp 40 Juta pada 2018,dan Rp 40 Juta di 2019," jawabnya.

Ditanyakan kembali oleh Majelis Hakim, uang tersebut diminta dan digunakan untuk apa.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved