Nama Bupati Labuhan batu Disebut dalam Berkas OTT, Kejati Sumut Bilang Masih Diteliti

Pelimpahan masih tahap pertama diserahkan Polda kepada Kejatisu. Bisa saja nama Bupati disebut dalam kasus OTT Plt Kadis Perkim.

TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
KASIPENKUM Kejati Sumut, Sumanggar Siagian 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara Sumanggar Siagian membenarkan nama Andi Suhami Dalimunthe yang merupakan Bupati Labuhan Batu masuk dalam berkas perkara kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat.

Kasus dugaan korupsi ini menjerat Plt Kepala Dinas (Kadis) perumahan dan permukiman (Perkim), Faisal Purba.

“Sudah. Masih diteliti belum P21, masih penelitian jaksanya,” ucap Sumanggar Siagian kepada Tri bun Medan, Sabtu (2/4/2020).

Ia menerangkan penetapan tersangka hanya kepada Plt Kadis Perkim yang terjerat OTT, sedangkan status Bupati Labuhanbatu sedang dipelajari menunggu petunjuk jaksa.

“Nanti kalau itu kita pelajari dulu ya dan teliti belum ada hasil penelitian jaksanya, untuk membuat ataupun menyatakan sikap petunjuk jaksannya. Yang OTT iya tersangka, Bupati nya enggak,” tegas Sumanggar.

Kapolda Sumut Irjen Agus dan Kombes Andi Rian Ungkap Motif Pembunuhan Eks Wartawan di Labuhan Batu

Ia menguraikan bahwa pelimpahan masih tahap pertama diserahkan Polda kepada Kejatisu.

Dikatakan Sumanggar, bisa saja nama Bupati disebut dalam kasus OTT Plt Kadis Perkim.

“Bisa saja disebutkan bahwasannya, tapikan bukan mengarah ke tersangka, nanti hasil penelitian dari jaksanya kita lihat nanti hasil kesimpulan penelitian jaksanya. Ya kita lihat nanti, katanya belum ada pernyataan sikap dari penuntut umum dalam hal berkas perkara yang dilimpahkan Polda Sumut,” kata  Sumanggar Siagian.

Diketahui, Plt Kadis Perkim, Faisal Purba ditangkap bersama dua rekannnya, yakni, Zefri Hamsyah PNS Staf di Bagian Umum Dinas Perkim Kabupaten Labuhanbatu selaku penerima uang, Kurnia Ananda Pegawai Honor di Dinas Perkim Kabupaten Labuhanbatu, supir yang mengantarkan penerima uang diduga fee proyek pembangunan RSUD Rantauprapat sebesar Rp 40 juta dan cek senilai Rp 1,4 miliar.(cr2/tri bun-medan.com)

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved