Uji Coba Remdesivir Tunjukkan Hasil Menjanjikan, Studi Libatkan 400 Pasien Covid-19 Tingkat Parah

Perusahaan biofarmasi Gilead merilis dua laporan yang menggembirakan tentang remdesivir yang diharapkan menjadi obat Covid-19.

dok
Perusahaan farmasi Gilead 

TRI BUN-MEDAN.com - Perusahaan biofarmasi Gilead yang berbasis di California, AS merilis dua laporan yang menggembirakan tentang remdesivir yang diharapkan menjadi obat Covid-19.

Dalam satu pernyataan, Gilead mengatakan, penelitian terhadap remdesivir memenuhi titik akhir primernya.

Dikutip dari Times, Kamis (30/4/2020), para peneliti telah menyimpulkan pasien yang dirawat di rumah sakit yang menggunakan obat, tampak lebih cepat membaik, dibanding dengan pasien yang diberi plasebo. Plasebo adalah pengobatan yang tidak berdampak atau penanganan palsu yang bertujuan untuk mengontrol efek dari pengharapan.

Untuk diketahui, studi ini dijalankan oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Infeksi (NIAID).

NIAID merupakan bagian dari US National Institutes of Health.

Gilead belum merilis data spesifik dari penelitian ini, tetapi mereka mencatat dalam rilisnya, NIAID diharapkan memberikan hasil yang lebih rinci.

Dalam pernyataan lain, Gilead mengeluarkan hasil dari satu di antara dua uji coba 'SIMPLE' yang sedang berlangsung.

Satu di antara studi ini dirancang untuk menguji remdesivir pada orang dengan penyakit sedang, dan yang lain pada orang dengan penyakit yang lebih parah.

Keduanya membandingkan rejimen lima hari dengan rejimen sepuluh hari dan tidak termasuk kontrol plasebo.
Gilead melaporkan studi yang melibatkan hampir 400 pasien dengan Covid-19 parah.

Semuanya menderita pneumonia dan kadar oksigen berkurang, tetapi belum perlu mengandalkan ventilator untuk bernafas.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved