Breaking News:

Ramadhan 2020

Beri Pesan Damai Saat Ramadan, HMI dan GMKI Sumut Bagikan Sembako ke Rumah Ibadah

Sebagai bentuk persatuan dan kebhinekaan, HMI memberikan bantuan sembako kepada Gereja HKBP Sei Agul, Jalan Gereja No 29, Medan.

TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI kegiatan bantuan sembako kepada Gereja HKBP Sei Agul, Jalan Gereja No 29, Medan, Minggu (3/5/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Peristiwa intimidasi dan kekerasan yang dialami oleh pemilik warung di Batang Kuis mendapat respon dari berbagai kalangan lintas agama.

Dalam hal ini kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Provinsi Sumatra Utara turut prihatin atas kejadian tersebut.

Kronologi intimidasi tersebut berawal dari aksi sweeping yang berujung peristiwa pengerusakan sebuah warung milik Lamria Manullang warga Batang Kuis, Deliserdang beberapa waktu lalu oleh beberapa oknum ormas di Deliserdang.

Menanggapi hal tersebut, Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) wilayah Sumut-NAD meminta masyarakat agar masalah pengerusakan warung di Batang Kuis tidak perlu dibesar-besarkan.

Ketua Badko HMI Sumut, Alwi Silalahi mengungkapkan bahwa permasalahan jangan sampai memecah belah persatuan.

Ia juga berharap agar masyarakat ataupun pihak lain lebih memberi perhatian lebih terhadap Covid-19.

"Permasalahan sudah selesai kita tidak usah memanaskan suasana, kita percayakan saja kepada kepolisian. Lebih baik kita bersatu dalam bencana Covid-19 ini dan mempererat persatuan serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan kita," ujar Alwi, Minggu (3/5/2020).

Alwi menuturkan bahwa sebagai bentuk persatuan dan kebhinekaan, HMI memberikan bantuan sembako kepada Gereja HKBP Sei Agul, Jalan Gereja No 29, Medan.

Manfaat Bulan Ramadan, Mantan Pemain PSMS Aldino Berbagi Sembako Kepada Janda di Sekitar Rumah

"Hari Ini HMI memberikan sembako pada Gereja HKBP Sei Agul Medan. Ini merupakan komitmen anak bangsa yang harus dipertahankan yaitu kebhinekaan. Kita jangan mau dipecah pecah karna hasutan-hasutan untuk mengganggu kamtibmas di Sumatera Utara yang kita cintai ini" ujar Alwi.

Senada dengan Alwi, Gito M Pardede, selaku Pengurus Pusat GMKI Koordinator Wilayah I Sumut-NAD menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu menanggapi kejadian tesebut dengan amarah dan menyerahkan semua proses ke kepolisian.

Halaman
12
Penulis: Kartika Sari
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved