Breaking News:

Ramadhan 2020

Jalani Ramadan Pertama di Denmark, Muhammad Aswin Rutin Video Call Orangtua Saat Pandemi Covid-19

Berpuasa di negara yang memiliki durasi puasa terlama di dunia ini sempat menimbulkan kekhawatiran Aswin ketika di Indonesia.

TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI Muhammad Aswin Rangkuti di Denmark sebelum diberlakukan semi lockdown. 

Ia menuturkan bahwa selama menjalani puasa di Denmark ia belum memiliki kendala karena cuaca di Denmark mendukung untuk menjalani puasa.

"Tidak sampai merasa sangat haus atau lapar. Mungkin juga karena cuaca di Denmark tidak sepanas di Indonesia. Kalaupun ada matahari, sinarnya hangat, saat berpuasa ini suhu ketika siang hari sekitar 11 sampai 15 derajat celcius karena sekarang sedang musim semi di Denmark," tutur Aswin.

Aswin mengungkapkan bahwa Denmark memiliki komunitas muslim bernama Indonesian Muslim Society in Denmark (IMSD) yang rutin mengadakan kegiatan Ramadan seperti pengajian ataupun pesantren kilat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Namun, ditengah pandemi Covid-19 ini, kegiatan bertatap muka dilarang sehingga kegiatan IMSD diganti dengan kegiatan Ramadan secara virtual.

Aswin menuturkan bahwa untuk kegiatan tahun ini terdapat program pesantren kilat dengan mengundang tiga ustaz dari Indonesia melalui aplikasi Zoom.

"Kita adakan pesantren kilat online dengan mengundang tiga ustadz dari Indonesia yang memberikan pengajian secara rutin selama bulan Ramadan tahun ini. Pengajian ini dilakukan dengan aplikasi Zoom dan terbuka untuk umum. Alhamdulillah, beberapa jamaah di luar Denmark seperti berasal dari Amerika, Kanada, Finlandia, Swedia, Kutub Utara ikut bergabung dengan kegiatan ini," terangnya.

Terapkan Semi Lockdown hingga Denda Rp. 5,4 juta

Wabah Covid-19 tidak pandang bulu dalam menyerang semua negara, tidak terkecuali negara Denmark.

Aswin menuturkan  bahwa Denmark sendiri sudah menerapkan sistem semi lockdown dengan membatasi perkumpulan tidak lebih dari 10 orang.

"Semenjak 13 Maret 2020, Denmark melaksanakan melaksanakan pembatasan berkumpul maksimal 10 orang. Konsekuensinya, seluruh tempat ibadah termasuk masjid berhenti beroperasi mulai tanggal itu. Yang paling signifikan adalah saya tidak bisa ke masjid dari tanggal itu dan kemungkinan juga selama Ramadan," ungkap Aswin.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved