PSMS Medan

Jika Akhirnya Kompetisi Dihentikan Total, Pemain PSMS Hanya Bisa Pasrah

Rencananya kompetisi akan bergulir bulan Juli mendatang. Jika situasi tak memungkinan, PT LIB memastikan akan menghentikan total kompetisi.

TRIBUN-MEDAN.com/Ilham Fazrir Harahap
PARA pemain PSMS Medan mendengarkan arahan pelatih Philep Hansen. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Manajemen PSMS Medan mengusulkan empat poin kepada operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) terkait kelanjutan kompetisi yang terhenti sementara waktu akibat pandemi Covid-19.

Empat poin yang diusulkan itu, terkait nasib pemain.

Manajemen meminta kontrak pemain tetap berlanjut untuk musim depan.

Kemudian pemain tidak menerima gaji dari bulan Juli hingga Desember.

Terkait usulan manajemen itu, Stoper PSMS, M Rifqi mengatakan ada beberapa poin yang ia setujui.

Namun ada juga beberapa poin yang menurutnya sangat memberatkan pemain.

"Kalau poin pertama aku masih setuju, karena memang nggak ada solusi yang lebih baik lagi. Tapi poin kedua kalau menurut aku sih kurang setuju, karena pada saat PSMS tidak menggaji berarti kontrak kami otomatis berhenti juga," ujar Rifqi saat dihubungi, Sabtu (2/5/2020).

Mantan pemain Barito Putera ini juga mengaku sangat berat dengan usulan poin ketiga. Sebagai pemain dengan gaji dibayar hanya 25 persen saja sudah sulit. Apalagi sampai akhirnya tidak digaji sampai Desember.

"Poin ketiga menurutku juga sangat memberatkan. Karena dengan dibayarkan 25 persen selama ini itu sudah nggak sesuai ketentuan nominal kontrak kami pada saat di awal tandatangan. Jadi kalau dilanjutkan pasti sangat merugikan kami," ungkapnya.

"Lagi pula kalau kompetisi lanjut, PSMS pasti juga mendapat sponsor tambahan nantinya. Mudah-mudahan sajalah ada solusi lebih baik lagi terutama kompetisi ini bisa jalan lagi," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved