Seratusan TKI Ilegal dari Malaysia Diamankan di Kapal Tanpa Nama, 4 di Antaranya Balita

Seratusan WNI itu diamankan oleh personel TNI AL yang tengah melakukan patroli di perairan Batubara.

Istimewa
Ratusan WNI yang mayoritas merupakan TKI ilegal saat berada di Pelabuhan Bom Tanjung Tiram, Batubara pada Senin (4/5/2020) dini hari. Ratusan orang itu diamankan personel TNI AL yang tengah patroli di laut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRI BUN-MEDAN.com, LIMAPULUH - Sebanyak 119 Warga Negara Indonesia (WNI) yang merupakan TKI ilegal dari Malaysia, tiba di Pelabuhan Bom Tanjung Tiram, Batubara pada Senin (4/5/2020) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Seratusan WNI itu diamankan oleh personel TNI AL yang tengah melakukan patroli di perairan Batubara.

WNI yang terdiri dari 94 orang laki-laki, 21 orang perempuan dan empat orang balita, kedapatan berada di atas sebuah Kapal Motor (KM) tanpa nama.

Selanjutnya seratusan orang yang berangkat dari Malaysia itu diserahkan kepada tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Batubara untuk menjalani penyemprotan disinfektan, pemeriksaan kesehatan dan suhu tubuh.

"Saat ini mereka masih berada di gedung Karantina Kesehatan, di SMK Negeri 1 Limapuluh," kata Kepala Dinas Kesehatan Batubara, Wahid Khusyairi, Senin.

Wahid menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan seluruh TKI ilegal dalam kondisi sehat dan tidak terindikasi memiliki gejala covid-19.

Saat ini para TKI ilegal itu masih menunggu jemputan dari pemerintah daerah sesuai domisili yang tercatat di KTP masing-masing.

"Bagi pemerintah daerah yang mau menjemput warganya, silakan saja. Hasil pemeriksaan, kondisi mereka sehat semua," ujar Wahid.

Diketahui, daerah asal mereka yang diamankan itu adalah 28 orang dari Batubara, 21 orang Asahan, sembilan orang dari Tanjungbalai, Medan enam orang, serta Binjai, Serdang Bedagai, Deliserdang masing-masing 4 orang, Langkat 3 orang, Labuhanbatu 2 orang dan terakhir satu orang dari Tapanuli Selatan.

Sedangkan sisanya 37 orang berasal dari Provinsi Aceh, satu orang masing-masing dari Riau, Sumbar dan Jambi.

Seorang TKI ilegal bernama Khairul, warga Batubara mengaku sebelum diamankan TNI AL, kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan, hingga akhirnya dibawa ke Pelabuhan Bom Tanjung Tiram.

"Dari Malaysia naik kapal tongkang. Karena kalau pulang lewat jalur resmi tidak bisa dan tidak ada uang, jadi nekat berlayar melalui jalur tikus," ungkap Khairul.

(ind/tri bun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved