PSMS Medan

Bek PSMS Ikhwani Hasanuddin Ikhlas Jika Akhirnya Kompetisi Dihentikan, Tapi Khawatir . . .

"Ini yang kita khawatirkan sebagai pemain. Kalau kompetisi dihentikan, tentu gaji pemain pasti tidak ada"

TRI BUN-MEDAN.com/Ilham Fazrir Harahap
Bek PSMS, Ikhwani Hasanuddin 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 belum menunjukkan kabar baik kapan akan bergulir kembali.

Batas waktu penghentian sementara yang ditetapkan PSSI sampai 29 Mei mendatang sudah mulai dekat.

Artinya waktu menunggu kabar baik dari pemerintah tiga minggu lagi.

Jika hingga 29 Mei mendatang belum membuat situasi stabil, PSSI memutuskan menghentikan kompetisi musim ini. Sesuai surat edaran yang mereka kirimkan ke klub-klub, bahwa kompetisi tidak bisa berjalan jika belum memungkinkan.

Pemain PSMS Medan, Ikhwani Hasanuddin hanya bisa pasrah jika situasi saat ini kompetisi harus dihentikan. Pemain berposisi Bek Kanan ini menerima lapangan dada keputusan PSSI lanjut atau tidaknya kompetisi.

"Kalau memang liga berhenti karena corona, bagi saya tidak apa-apa. Kita sebagai pemain harus menerima apa keputusan PSSI," ujar Ikhwani saat dihubungi, Selasa (5/5/2020).

Namun hal yang ia khawatirkan jika kompetisi dihentikan, terkait gaji pemain. Setelah PSSI memutuskan pemotongan gaji pemain 25 persen selama kompetisi dihentikan sementara sampai Bulan Juni, kini ia takutkan pemain tidak menerima gaji lagi sampai Desember.

"Ini yang kita khawatirkan sebagai pemain. Kalau kompetisi dihentikan, tentu gaji pemain pasti tidak ada. Bingung juga kita ini sebagai pemain. Sementara kami cari nafkah dari sepak bola," ungkapnya.

"Makanya harapan semua pemain penyakit ini cepat berlalu, biar liga cepat bergulir lagi. Terus terang sudah rindu sekali kompetisi jalan lagi. Mulai terasa bosan latihan di rumah saja," tambahnya.

(lam/tribun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved