Dampak Corona, Penjualan Bakal Kain di Pajak Ikan Medan Menurun hingga 90 Persen

tak sedikit toko yang memilih untuk tutup sementara sebelum bulan Ramadan. Kebanyakan toko baru buka beberapa hari setelah puasa.

TRIBUN MEDAN/SEPTRIMA
SUASANA toko-toko pakaian di Pajak Ikan, Senin (4/5/2020). Pedagang bakal kain mengatakan penjualan menurun drastis hampir 90 persen. 

TRI BUN-MEDAN.com,MEDAN - Pedagang bakal kain di pusat penjualan produk tekstil, Pajak Ikan mengaku hingga saat ini pembeli masih sepi.

Salah satu pedagang bakal kain, Sahrul mengatakan penjualan menurun drastis hampir 90 persen.

"Kadang kami enggak buka dasar, enggak ada pembeli yang datang. Mengerikan semenjak Covid-19 ini, penjualan turun hampir 90 persen," katanya.

Ia menjelaskan tak sedikit toko yang memilih untuk tutup sementara sebelum bulan Ramadan. Kebanyakan toko baru buka beberapa hari setelah puasa.

"Kalau harganya kami jual seadanya sajalah. Kadang modal pun kami jual. Karena uang enggak berputar, kami pun enggak bisa ngambil kain model terbaru," imbuhnya.

Sementara pedagang pakaian anak-anak, Ari dan Andi mengatakan tokonya baru buka dua hari belakangan sejak tutup sementara karena adanya pandemi Covid-19.

Tidak Hanya Dokter dan Perawat yang Jadi Korban Covid-19, Pekerja Nonmedis RS juga Berjatuhan

Meski begitu toko tersebut tetap menjual baju anak-anak model terbaru.

"Kalau kami ada penurunan penjualan hingga 70 persen. Biasanya kalau sudah bulan Ramadan, saking banyaknya pembeli, toko kami baru tutup jika sudah malam, ini jam 4 sore sudah tutup," kata Ari.

Ia mengatakan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pembeli sudah ramai datang dari berbagai kota selain Kota Medan sebelum puasa hari pertama. Namun hingga pekan kedua ini masih hanya beberapa pembeli yang datang.

"Karena kami grosir biasanya kalau sudah minggu kedua gini sudah mulai sepi. Jadi kami enggak banyak berharaplah bisa menaikkan penjualan hingga minggu terakhir puasa," katanya.

Ari berharap agar pandemi ini lekas berakhir. Sehingga masyarakat tidak ada ketakutan datang ke pasar untuk berbelanja dan ekonomi bisa kembali pulih. (sep/tri bun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved