Update Covid19 Sumut 5 Mei 2020

Gubernur Sumut Edy Minta 'Pasien Push-up' hingga Pastikan Pelayanan di RS Martha Friska

"Saya melihat mereka. Dan saya buktikan bahwa mereka sehat semua. Sehat, ada yang saya suruh push up, push up!.

Penulis: Satia | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN MEDAN/Satia
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengunjungi para pasien positif Covid-19 dan melihat langsung pelayanan di Rumah Sakit Rujukan Martha Friska, Jalan Multatuli, Kota Medan, Selasa (5/5/2020). 

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengunjungi para pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit Rujukan Martha Friska, Jalan Multatuli, Kota Medan, Selasa (5/5/2020).

Dalam kunjungan, ia melihat para pasien yang ada di rumah sakit rujukan tersebut.

Tidak hanya sekedar mengunjungi, ia juga memberikan semangat kepada pasien yang sedang dalam perawatan di sana.

Didampingi Koordinator Pelayanan Medis Gugus Tugas Covid-19 Sumut, dr Handoyo, dan Pimpinan RS Martha Friska Multatuli, dr Franciscus Ginting, Edy menjenguk pasien covid-19.  

Di rumah sakit rujukan covid-19 Pemprov Sumut itu, ada 32 pasien positif covid-19 dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) kategori ringan dan berat.

Secara umum, kata Gubernur Edy, kondisi pasien dalam keadaan baik.

Sejumlah pasien diajaknya bicara. Bahkan pasien berstatus PDP berat, disebutnya sudah sehat.

"Saya melihat mereka. Dan saya buktikan bahwa mereka sehat semua. Sehat, ada yang saya suruh push up, push up!. Ada yang suruh, semua bisa dia lakukan. Saya sehat pak, saya sudah sehat," kata Edy.

Soal tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien covid-19, kata Edy, juga dalam kondisi siap melayani.

"Saya melihat isu tidak baik. Ada yang bilang dokternya mengulah, susternya mengulah. Anda bisa lihat sendiri, begitu mereka bersemangat," sebutnya.

Bahkan kepada para pasien, Edy menanyakan bagaimana pelayanan para tenaga kesehatan.

"Saya tanya bagaimana perawatan pasien, bagus sekali. Saya senang. Saya paling sulit memuji orang, tapi ini real. Demi Tuhan saya buktikan bahwa mereka memang semangat," ujar Edy.

"Kalian tetap semangat," tanya Edy kepada para tenaga kesehatan yang berada di sekelilingnya, yang spontan dijawab semagat oleh para tenaga medis.

Namun itu semua diabaikannya karena ingin membuktikan bagaimana kondisi pasien dan kesiapan tenaga medis.

"Iya saya minta maaf. Ada prosedur-prosedur kesehatan yang tak boleh, usia saya sudah tua. Saya dalam kondisi puasa, katanya. Bapak tak cocok. Tapi kan saya harus buktikan real, kalau katanya-katanya nanti salah. Tapi saya harus buktikan dan terbukti, ini baik semuanya," pungkas Edy.

(Wen/Tri bun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved