KAPAL MENCURIGAKAN, Sumut Diserbu Kepulangan TKI Ilegal Asal Malaysia Lagi, TNI AL Amankan 30 Orang

Kapal mencurigakan masuk ke arah sungai Tembilik Kabupaten Asahan pada Senin (4/5/2020) malam.

HO/tri bun medan
TNI AL Kembali Amankan TKI ilegal di perairan Asahan, Selasa (5/5/2020 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN -TNI AL kembali mengamankan 30 tenaga kerja Indonesia (TKI) di perairan, Sungai Tembilik, Kabupaten Asahan pada Senin (4/5/2020) malam.

Diamankannya para TKI tersebut, saat petugas dari Tim (Fleet One Quick Response) F1QR Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan Lantamal I dan Satpolair Polresta Tanjung Balai melakukan patroli.

Diamankannya para TKI dari Malaysia ini dijelaskan Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan, Letkol Laut (P) Dafris Datuk Syahrudin, berawal dari patroli yang dilakukan oleh personel Lanal TBA.

"Di mana saat itu, mereka mendapatkan informasi masyarakat yang menyebutkan adanya kapal mencurigakan masuk ke arah sungai Tembilik Kabupaten Asahan pada Senin (4/5/2020) malam. Berbekal informasi tersebut, Tim F1QR Lanal TBA menindaklanjuti dan berhasil menemukan sekelompok orang yang diduga TKI ilegal berada di tangkahan kosong," ujarnya, Selasa (5/5/2020).

Lanjutnya, Tim F1QR Lanal TBA yang berada di lokasi segera mengumpulkan orang-orang tersebut dan memintai keterangan.

Bantuan Kemensos Rp 600 Ribu Dikucurkan melalui Kantor Pos, BRI dan BNI, Sembako dari Pemprov?

"Dari hasil pemeriksaan awal, didapatkan bahwa mereka adalah TKI yang baru saja diturunkan di tangkahan tersebut kurang lebih pada pukul 21.15 WIB. Mereka diminta menunggu orang yang akan menjemput mereka melalui jalan darat," ungkap Danlanal.

Terpisah, terkait diamankannya TKI asal Malaysia ini, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Danlantamal I) Laksma TNI Abdul Rasyid mengatakan selama Pandemi Covid-19, Pangkalan TNI Angkatan Laut Jajaran Lantamal I Koarmada I sudah melakukan 14 Kali pengamanan dengan total 526 Orang TKI Ilegal yang diamankan.

"Kami terus meningkatkan patroli di perairan, lanal jajaran Lantamal I. Di mana akan menindaklanjuti setiap laporan ataupun informasi dari masyarakat. Dengan gelombang TKI yang datang akhir-akhir ini dengan menggunakan kapal-kapal kecil. tentunya hal ini tidak mudah dilakukan personel kita di lapangan. Oleh karena itu kita memerlukan peran aktif masyarakat dalam memberikan segala bentuk informasi baik itu kedatangan para TKI bahkan mungkin kegiatan Ilegal lainnya seperti penyelundupan komoditi ataupun penyelundupan narkoba," jelas Danlantamal.

Dalam penanganan Ara TKI yang berhasil diamankan, pihak TNI tetap menggunakan Prosedur Tetap (Protap) selama masa pandemi COVID-19.

Lanjut Danlantamal, pihaknya akan selalu menerapkan Protap untuk menjaga kemungkinan penyebaran Covid-19 yang memungkinkan melewati TKI yang baru kembali dari negeri tetangga.

"Ke-30 TKI Ilegal yang telah kami amankan di Tangkahan Sungai Tembilik, dibawa menggunakan dua sampan melalui jalur sungai dengan dibantu oleh Satpolair Polresta Tanjung Balai menuju Posmat TNI AL Bagan Asahan. Setelah tiba di Posmat Bagan Asahan, maka dilaksanakan penangan sesuai protokol Covid-19. Dilaksanakan pendataan serta pengecekan barang bawaan. Dan terakhir ke-30 TKI ilegal tersebut diserahkan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Asahan untuk penanganan lebih lanjut dan Karantina pada Selasa (5/5/2020) dini hari," pungkas Danlantamal I.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved