Kapal yang Diusir Warga Pangkalansusu Diklaim Bukan Punya Cina, Begini Fakta Sebenarnya

Warga Pangkalansusu mengusir kapal asing yang masuk ke wilayah mereka pada Minggu (3/5/2020) kemarin

HO
Warga Pulau Sembilan mengusir kapal Hongkong yang hendak mengambil ikan di Kabupaten Langkat, Minggu (3/5/2020). 

STABAT,TRI BUN - Pengusiran kapal asal Hongkong yang dilakukan warga Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat pada Minggu (3/5/2020) kemarin nyaris menuai polemik.

Sebab, ada sebagian warga yang mengira kapal ini ada kaitannya dengan Cina, tempat asal usul virus Corona/Covid-19 merebak.

Karena kabar pengusiran kapal ini sempat viral, Kapolres Langkat, AKBP Edi Suranta Sinulingga angkat bicara.

Menteri Kesehatan Zimbabwe Mengeluh Ukuran Kondom Impor Buatan Cina Terlalu Kecil

"Kami jelaskan, bahwa kapal yang masuk (ke perairan Pulau Sembilan) adalah Kapal MV Cheung Kam Wing atau Cheung Lai Chun berbendera Hongkong.

Jadi bukan (Cina) seperti yang dikabarkan," kata Edi, Senin (4/5).

Ia mengatakan, kapal ini bisa masuk ke perairan Indonesia melalui perwakilan PT Seaseh Lines, dengan agen perwakilan atas nama Faisal.

Kemudian, kapal ini sudah memiliki izin dari Kementrian Kelautan dan Perikanan No : 3646/DJPB/PB.510/IV/2020 tanggal 15 April 2020 dan dilengkapi Surat Karantina oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Medan/Pelabuhan Laut Pangkalansusu tanggal 2 Mei 2020.

RAZIA PASANGAN MESUM, WNA asal Cina Bersama 24 Pasangan Terjaring, 4 Pelajar Ikut Digaruk Satpol PP

Di dalam kapal itu terdiri dari seorang Kapten, yakni Xu Xiang Zhu dan lima orang kru, Zhang Fei Yuan, Yang Zuo Zi, Chen Zhao Kun, Chen Sheng, dan Cheng Xiang Yi.

Menurut Edi, sebelum kapal itu masuk ke perairan Indonesia, PT Seaseh Lines selaku perwakilan sudah menjalani prosedur protokol kesehatan cegah penyebaran Covid-19.

Sehingga, sambung Edi, kapal pengangkut ikan itu sudah dikarantina selama 14 hari, di jarak 18 milik dari bibir pantai Desa Sembilan, Kecamatan Pangkalansusu.

Diplomat AS Alami Penyakit Misterius Usai Tugas di Cina, Sakit Kepala Hingga Hilang Ingatan

"Ini hanya miskomunikasi saja antara nahkoda dengan syahbandar.

Sehingga masyarakat secara spontan melakukan pengadangan terhadap kapal yang hendak mendekati kerambah tempat panen ikan kerapuh (milik CV Sumber Budidaya Pacifik) itu," kata Edi.

Dari pemeriksaan petugas, di lokasi kerambah tidak ada ditemukan tenaga kerja asing (TKA) asal Cina.

Semua pekerjanya adalah warga pribumi.(dyk)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Array A Argus
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved