Tampil di PON, Peloncat Indah Sumut Sebut Atlet DKI Jakarta dan Jawa Timur Saingan Terberat.

Wanita kelahiran tahun 2002 ini menceritakan kalau dirinya mempunyai lawan terberat dari dua provinsi, yakni DKI Jakarta dan Jawa Timur.

TRIBUN MEDAN/HO
ATLET loncat indah Chairunisa Adinda Putri saat melakukan latihan mandiri di rumah. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Bagi seorang atlet yang sudah berada di kancah nasional pasti memiliki lawan terberat yang akan bertemu dengan dirinya di berbagai perhelatan olahraga, misalnya Pekan olahraga nasional (PON) Papua yang akan dilaksanakan pada Oktober 2021.

Hal ini juga dirasakan Chairunisa Adinda Putri yang merupakan atlet loncat indah yang mendapat tiket tampil di POIN 2020.

Wanita kelahiran tahun 2002 ini menceritakan kalau dirinya mempunyai lawan terberat dari dua provinsi, yakni DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Mereka adalah Lina Dini Yasmin dan Dinda Anasti Maria Natalie dari provinsi DKI Jakarta dan Della Dinarsari serta Linar Beti dari Provinsi Jawa Timur.

"Mereka berempat lawan terberat saya saat pertandingan. Termasuk saat pra PON kemarin. Mereka berempat juga sangat piawai dalam hal loncat indah," terangnya.

Begitupun, kata wanita yang akrab disapa Icin ini, dirinya tidak gampang menyerah dan menetapkan diri untuk terus mengasah kemampuan dasar dari loncat indah.

Drama Korea The World of The Married Pecahkan Rekor Rating Drama Tertinggi dalam Sejarah TV Kabel

"Apalagi sekarang ada penundaan PON. Jadi kesemaptan saya untuk mempelajari apa yang tidak saya kuasai dari keempat lawan terberat saya," ujarnya.

Setelah itu, sambungnya, dirinya juga akan mempertajam setiap teknik loncat indah agar bisa lebih memaksimalkan gerakan saat PON 2021 mendatang.

"Saya bertemu dengan keempat orang lawan terberat itu di nomor Synchro saat pra PON kemarin. Di situ saya langsung menyatakan mereka lawan terberat karena jumlah poin kami saling mendekati," katanya.

Ia mengaku selain berlatih keras dan bersungguh-sungguh, dirinya juga tidak lupa untuk memohon doa kepada sang Khalik agar cita-citanya menjadi berprestasi saat PON dikabulkan.

"Sebenarnya yang menjadi lawan terberat adalah diri sendiri. Karena saat kita tidak bisa menguasai diri, maka akan menjadi grogi. Dan itu yang menyebabkan gerakan loncat kita jadi tidak indah," ujarnya.

"Intinya saya harus yakin pada diri sendiri karena saya meyakini tidak ada proses yang mengkhianati hasil," pungkasnya.(akb/tri bun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved