WHO Siapkan Pedoman Uji Coba Vaksin Covid-19, Ilmuwan Berharap Tahapan Uji Klinis Dipangkas

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana mengeluarkan pedoman tentang penggunaan uji coba vaksin tersebut pada manusia.

AFP/NICOLAS ASFOURI
Para insinyur mengerjakan vaksin eksperimental untuk virus corona Covid-19 di Laboratorium Kontrol Kualitas di fasilitas Biotek Sinovac di Beijing, Rabu (29/4/2020). Sinovac Biotech, yang melakukan salah satu dari empat uji klinis yang telah disetujui di Cina, telah mengklaim kemajuan besar dalam penelitian dengan menggunakan monyet. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sejumlah ilmuwan mengklaim telah menemukan vaksin virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana mengeluarkan pedoman tentang penggunaan uji coba vaksin tersebut pada manusia.

Rencananya, pedoman tersebut akan dikeluarkan pada bulan ini, seperti dilansir dari South China Morning Post , Senin (4/5/2020).

Juru bicara WHO Margaret Harris mengatakan badan kesehatan PBB berencana mengeluarkan pedoman tentang penggunaan manusia dalam uji coba vaksin dalam beberapa minggu ke depan. Tekanan terhadap upaya pengembangan vaksin untuk penyakit Covid-19 ini semakin meningkat. Oleh karenanya, beberapa ilmuwan dan aktivis mengadvokasi penggunaan human challenge trials (HCT).

Para sukarelawan berusia muda dalam uji coba ini, dengan sengaja diinfeksi virus untuk menguji kemanjuran kandidat vaksin yang dikembangkan. Uji coba ini diklaim akan mempercepat pengembangan vaksin virus corona, namun implikasi etis dan medis dari penggunaan metode ini masih dikhawatirkan.

Peter Smith, profesor di London School of Hygiene and Tropical Medicine memulai diskusi HCT dor Covid-19 mengatakan ilmuwan berharap untuk mengurangi tahapan uji klinis fase 3. Smith mengatakan uji coba fase 3 umumnya memakan waktu beberapa tahun.

Dia berharap dengan pengurangan tahapan uji coba pada fase 3, dapat mengurangi waktu pengembangan vaksin Covid-19 menjadi sekitar enam bulan.

"Tetapi ini akan tergantung pada ukuran uji coba dan tingkat penularan peserta," jelas Smith.

Dalam makalah yang ditulisnya dan diterbitkan dalam The Journal of Infectious Diseases pada Maret lalu, memaparkan bagaimana HCT dapat membantu mencapai garis waktu yang lebih cepat dalam pemanfaatan vaksin untuk virus corona yang menyebabkan Covid-19.

Menguji kemanjuran vaksin adalah tujuan utama dari uji klinis fase 3. Smentara uji coba sebelumnya pada hewan dan kelompok manusia yang lebih kecil bertujuan untuk membuktikan keamanan dan imunogenisitas, atau respons imun, dari vaksin potensial.

Para ilmuwan telah menggunakan uji coba tantangan manusia ini di masa lalu, terkait influenza, malaria, demam berdarah, kolera dan demam tifoid.

Halaman
123
Editor: Liston Damanik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved