Kesehatan

Asam Lambung - 7 Dampak Buruk Tidur setelah Sahur, dari Asam Lambung, Sembelit dan Serangan Jantung

Tak sedikit dari masyarakat yang melanjutkan tidur setelah menyantap hidangan sahur.

shutterstock
Asam Lambung 

TRI BUN-MEDAN.com - Santap sahur umumnya dilakukan umat Muslim yang hendak berpuasa menjelang waktu imsak yakni sekitar pukul 03:30 WIB.

Tak sedikit dari masyarakat yang melanjutkan tidur setelah menyantap hidangan sahur.

Namun, tidur setelah sahur ternyata bisa membahayakan tubuh, lho! 

Melansir LiveScience, apabila makanan yang dikonsumsi saat sahur kaya karbohidrat, protein, dan sayuran, maka dibutuhkan sekitar tiga jam untuk makanan turun sempurna dari lambung.

Jika langsung tidur kurang dari waktu cerna yang direkomendasikan, akan berdampak mengganggu pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh.

Anji Manji Geram dengan Aksi YouTuber Ferdian Paleka, Jangan Buat Konten yang Rugikan Orang Lain

Didi Kempot Idola sejak SMA, Kenangan Manis Mas Pur Tukang Ojek Pengkolan saat Nyanyi Pamer Bojo

Oleh sebab itu, usahakan untuk tetap aktif setidaknya 3 jam setelah makan sahur. Anda bisa melakukan ibadah subuh, seperti salat dan mengaji.

Kemudian bisa dilanjutkan dengan membersihkan dapur atau kegiatan lainnya yang bermanfaat. Sebagai kompensasi kurang tidur, Anda bisa 'mencuri' tidur siang sebentar atau menundanya sampai sore.

Berikut ini 7 dampak buruk tidur setelah sahur yang bisa membahayakan kesehatan, mengutip berbagai sumber.

1. Menambah berat badan

Sudah jadi rahasia umum bahwa dampak dari kebiasaan langsung tidur usai makan membuat berat badan melonjak naik. Tak heran, ketika Ramadan banyak orang bukan bertambah kurus tapi justru sebaliknya.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved