Dihadapan Jokowi, Anies Cekcok dengan Menteri Muhadjir, Kesal Dituduh Data Orang Miskin tak Beres

Mereka cekcok dan bersitegang dihadapan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Kala itu, mereka rapat terbatas virtual.

Kolase (YouTube Ganjar Pranowo), dan (YouTube Kompastv)
Anies Baswedan tetap melarang driver Ojol untuk mengangkut penumpang, namun ia juga membuat pengecualian bagi pemotor yang ingin berboncengan, Senin (13/4/2020). (Kolase (YouTube Ganjar Pranowo), dan (YouTube Kompastv)) 

Mereka cekcok dan bersitegang dihadapan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Kala itu, mereka rapat terbatas virtual.

TRI BUN-MEDAN.com- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedang terlibat cekcok dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy.

Mereka cekcok dan bersitegang dihadapan Presiden Joko Widodo alias  Jokowi. Kala itu, mereka rapat terbatas virtual.

Adapun penyebab dua pejabat itu adu mulut lantaran data bantuan sosial ( bansos) bagi warga miskin terdampak Covid-19 di Ibu Kota.

"Kami dengan DKI sekarang sedang tarik-menarik cocok-cocokan data (penerima bansos). Bahkan, kemarin saya dengan Gubernur agak tegang, agak saya tegur keras Pak Gubernur (DKI)," ujar Muhadjir dalam sebuah diskusi yang digelar secara virtual pada Rabu (6/5/2020).

DERITA PNS Pemprov, Tidak Terima THR, Tunjangan dan Gaji ke-14 Ditiadakan, Cuma Terima Gaji Pokok

Peristiwa itu berawal dari rapat kabinet terbatas virtual yang dipimpin Presiden Joko Widodo bersama sejumlah kepala daerah,

Dalam rapat, Anies melaporkan bahwa data warga miskin terbaru di DKI Jakarta mencapai 3,6 juta orang.

Anies, sebut Muhadjir, saat itu mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengurus bansos bagi 1,1 juta warga di wilayahnya.

Sementara 2,5 juta orang sisanya akan mendapatkan bansos dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Muhadjir pun telah berkomitmen dengan kesepakatan tersebut.

Kemensos sendiri telah mengecek 2,5 juta orang miskin di DKI Jakarta.

Setelah proses verifikasi, mereka terdiri dari 1,3 juta kepala keluarga (KK).

Setelah itu, bansos yang didistribusikan pertama adalah dari Pemprov DKI.

Pada momen inilah Muhadjir merasa ada yang tidak beres.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved