PSMS Medan

Manajemen Berniat Perbaiki Gedung PSMS Medan yang Terbengkalai, Bakal Dijadikan Kantor Baru

Gedung PSMS yang dibangun sejak 1955 silam tersebut kini sudah terbengkalai dan tak terurus.

TRIBUN MEDAN/ILHAM
GEDUNG bersejarah PSMS yang Dibangun Tahun 1955. Gedung ini kantor pertama kali tim Ayam Kinantan sebelum menggunakan Gedung Kebun Bunga. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Selain memilih sejarah prestasi, klub PSMS Medan juga memiliki gedung bersejarah. Satu sejarah yang masih tercatat yakni gedung pertama kali atau markas PSMS yang terletak di Jalan Veteran, Kecamatan Medan Perjuangan.

Gedung tersebut dibangun oleh Wali Kota Medan, Muda Siregar 23 Februari 1955.

Pembangun pertama kali gedung itu saat masih Ketua Umumya Muslim Harahap.

Namun sayang, gedung PSMS yang dibangun sejak 1955 silam tersebut kini sudah terbengkalai dan tak terurus.

Di sekitar halaman, terlihat menumpuk sampah.

Kemudian tanahnya juga becek dan kotor.

Tetapi di dinding gedung pintu masuk tersebut masih terlihat jelas prasasti PSMS.

Adanya logo PSMS dengan lambang daun delapan helai. Kemudian di sebelah logo PSMS, ada daftar kepengurusan PSMS dari kepengurusan tahun 1954 dan 1955.

Melihat masih adanya gedung sejarah itu, Manajemen PSMS Medan berniat memperbaikinya.

PSMS Setuju Turnamen Piala Sudirman Digelar Jika Liga 2 Musim Ini Dihentikan

Melalui Sekretaris Umum PSMS Julius Raja mengatakan mereka telah berkoordinasi dengan Pemko Medan dan Dinas Pemuda dan Olahraga terkait gedung tersebut.

"Ya ada rencana mau kita perbaiki, karena gedung sejarah. Kita sudah koordinasi juga dengan Disporasu dan Pemko Medan.
Mungkin setelah covid ini kita selesaikan. Mudah-mudahan lancar semua," kata Raja saat dihubungi, Kamis (7/5/2020).

Ditanya bakal dipergunakan sebagai gedung apa nantinya, Raja mengatakan masih berkoordinasi lagi dengan Pemko. Yang terpenting, katanya gedung tersebut akan diperbaiki sembari berjalannya kompetisi.

"Kita harus kerja sama dengan Pemprovsu dan Pemko. Masih kita pikirkan yang tepat untuk gedung sejarah ini. Bisa saja dibuat tempat kantor diskusi sepak bola, atau tempat kumpul mantan pemain. Atau bisa jadi tempat lain ini masih dipikirkan," bebernya.

Menurut Raja, jika kondisi gedung tersebut sudah bagus, butuh biaya lagi untuk perawatannya. "Kalau sudah bagus, biaya maintanancenya juga harus dipikirkan tiap bulan. Ada biaya operasionalnya juga," kata lelaki yang akrab disapa King ini.

"Makanya lagi dipikirkan oleh Pemko atau Dispora Medan. Bisa dibuat perwakilan atau juga salah satu dinas. Biar ada biaya untuk perawatannya. Makanya cepat lah berlalu covid ini bisa sambilan konsentrasi ke sana," tambahnya.(lam/tri bun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved