Breaking News:

Ramadhan 2020

Masjid Raya Al Osmani Jejak Peradaban Islam di Kota Medan

Ada banyak catatan tentang sejarah dan peradaban Islam di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan.

Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Juang Naibaho
Tribun Medan/Aqmarul Akhyar
Masjid Raya Al Osmani jejak peradaban Islam di Medan yang terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Pekan Labuhan, sekitar 20 kilometer sebelah utara Kota Medan, Kamis (7/5/2020). 

Laporan Reporter Tribun Medan/Aqmarul Akhyar

TRIBUN-MEDAN.com - Ada banyak catatan tentang sejarah dan peradaban Islam di wilayah Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan.

Kota Medan yang kini dikenal sebagai kota yang heterogen, tidak serta merta meninggalkan jejak sejarah tersebut.

Satu di antaranya, Masjid Raya Al Osmani yang terletak di Jalan KL Yos Sudarso, Pekan Labuhan, sekitar 20 kilometer sebelah utara Kota Medan.

Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) masjid Al Osmani Ahmad Fahruni, mengatakan Masjid Raya Al Osmani memiliki nilai sejarah peradaban muslim pada zaman Kesultanan Deli.

"Jadi mengenai perkembangan sejarah Islam di kawasan Kesultanan Deli, khususnya di daerah Labuhan Deli, itu dimulai dari masa Kesultanan Pasultan," ujarnya.

Sambungnya, pada 1663 Kesultanan Deli sudah berada di daerah kawasan Labuhan Deli. Kemudian, masuklah saudagar-saudagar dari Arab dan Yaman untuk memberikan ilmu pengetahuan agama Islam, kepada masyarakat Melayu pada saat itu.

Hal ini dapat dibuktikan bahwa adanya ulama-ulama di Kota Medan, seperti Syekh Abubakar dari Yaman, Syekh Muhammad Yusuf Fatani dari Thailand.

“Nah ini memberikan bukti bahwa banyak para ulama yang datang ke tanah Deli ini, tentunya memberikan signal agama Islam kepada masyarakat Melayu pada saat di bawah kepemimpinan kesultanan Deli," tuturnya.

Kejak perkembangan Islam pada zaman kesultanan Deli, yaitu Masjid Raya Al Osmani Ahmad.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved