Breaking News:

Masjid Raya Sultan Basyaruddin: Pernah Jadi Markas Belanda hingga Simpan Bedug Berusia 166 Tahun

Masjid Raya Sultan Basyaruddin merupakan peninggalan dari Sultan Serdang ke IV, Tuanku Basyaruddin Syaiful Alamsyah.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/HO
DOKUMENTASI Masjid Basyaruddin yang dibangun sejak tahun 1854 yang terletak di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang. 

Andi, seorang Jama'ah Masjid Raya Sultan Basyaruddin mengungkapkan, dirinya rutin salat di masjid tersebut karena suasana sejuk dan tradisional yang masih dipertahankan masjid tersebut.

"Suka salat  disini karena memang masjid ini bersejarah, terus juga nyaman. Sejuk suasananya ketika salat disini kebetulan juga dekat dengan rumah. Bangunan zaman dulunya masih terasa walau udah ratusan tahun," ungkap Andi.

Arsitektur dalam bangunan ini masih asli, mulai dari platform atas masjid hingga bentuk di dalam masjid tersebut. Selain itu, para jamaah dan pengunjung masjid akan disuguhkan lukisan foto yang terdapat di atas dua pintu masuk yang berada di belakang yang menggambarkan suasana istana yang berada di seberang masjid.

Tiap Ramadan, Masjid Raya Sultan Basyaruddin ini juga rutin untuk mengadakan kegiatan selama Ramadan.

Hal ini diungkapkan oleh Damuri.

"Masjid ini pada bulan bulan puasa ada mengadakan kegiatan tadarus tiap malamnya dan kalau untuk ibu-ibu dilaksanakan ketika saat Subuh. Namun dengan kondisi pandemi Covid saat ini sudah tidak ada lagi untuk sementara waktu," pungkas Damuri.(cr13/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved