Selama Ramadan, Atlet Angkat Besi Yolanda Putri Latihan dari Ashar hingga Sebelum Berbuka

Yolanda mengatakan, selama Ramadan ada dua sesi latihan, satu latihan ringan dan satu lagi latihan berat.

TRIBUN MEDAN/HO
ATLET angkat besi putri Sumut, Yolanda Putri. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Bulan suci Ramadan membuat atlet angkat besi Yolanda Putri memiliki jadwal latihan untuk terus memoles potensi dirinya dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua.

"Selama puasa ini, saya selalu latihan mulai dari ashar hingga sebelum waktu berbuka. Sekitar pukul empat sore sampai pukul setengah lima sore," kata perempuan kelahiran tahun 2000 ini, Kamis (7/5/2020).

Yolanda mengatakan, selama Ramadan ada dua sesi latihan, satu latihan ringan dan satu lagi latihan berat.

Yang dimaksud latihan ringan ini, katanya, latihan sore sampai sebelum waktu berbuka.

Sedangkan untuk program latihan berat setelah latihan sore sampai berbuka, pada malam harinya setelah salat tarawih melanjutkan latihan lagi sampai pukul 23.00 WIB.

"Jadi latihan berat itu, jam latihannya ditambah mulai dari pukul sepuluh malam sampai pukul sebelas malam," ujar Yolanda.

Yolanda mengatakan, dalam sebulan, ada dua kali latihan program berat yang dilakukan.

Ia mengaku, selama Ramadan dirinya kerap melakukan latihan ringan dengan push up, sit up dan sesekali melakukan angkat berat besi.

"Saya biasa melakukan latihan angkat berat besi itu jelang berbuka," kata atlet kelas 48 Kg ini.

Yolanda menyatakan, dirinya tetap serius melakukan latihan meskipun sedang menjalani puasa di bulan suci Ramadan 1441 H.

"Latihan ini baik dan berguna untuk saya. Karena ini merupakan program latihan yang diberikan pelatih. Selain itu juga, latihan bisa menyegarkan tubuh, apalagi saat puasa," katanya.

Atlet Angkat Besi Teguh Imam Santoso Ingin Balas Kekalahan di PON Jabar

Bagi Yolanda, latihan di bulan Ramadan membuat dirinya merasakan puasa itu semakin cepat.

"Karena sebelum latihan, saya belanja dulu ke pasar untuk masak bukaan untuk berbuka. Nah setelah masak, saya prepare untuk latihan sesuai yang dijadwalkan pelatih kepada dirinya," katanya.

Makanya tiba-tiba, sudah menunjukkan waktu untuk berbuka puasa.

"Makanya tadi saya bilang dengan latihan, dirinya tidak merasakan waktu beratnya menjalani puasa. Itu masalah kebiasaan. Toh juga tubuh kita bisa menyesuaikan," ujarnya.(akb/tri bun-medan.com)

Penulis: Sofyan akbar
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved