Atlet Angkat Besi Sumut Yolanda Putri Tak Gentar Lawan Pemegang Rekor Dunia

Yolanda Putri menargetkan dalam PON 2021 nantinya dirinya akan menggondol medali emas.

Tribun Medan / Yolanda Putri
Yolanda Putri atlet angkat besi Sumatera Utara yang juga memperkuat Indonesia di Asian Games 2018. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan digelar tahun 2021, Sumatera Utara diwakili oleh Yolanda Putri pada cabang olahraga angkat besi kelas 49 kilogram.

Persaingan dalam kelas ini diperkirakan bakal sengit karena di dalamnya ada jawara asal Jawa Barat, Windy Cantika Aisah.

"Windy Cantika menjadi lawan terberat saya. Karena dia pegang rekor dunia makanya dia saya nobatkan sebagai lawan terberat saat PON Papua nanti," ujarnya, Kamis (7/5/2020).

Cantika meraih emas pada SEA Games 2019 Filipina Cantika, Desember lalu. Ia berhasil memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri untuk angkatan snatch, yaitu dari 84 kg menjadi 86 kg, dan angkatan clean & jerk dari 102 menjadi 104 kg.

Gadis kelahiran tahun 2000 ini mengaku tidak gentar dengan nama besar Cantika. Menurutnya, ia tetap punya kesempatan untuk menjadi jawara di Papua nanti.

Ia menargetkan dalam PON 2021 nantinya dirinya akan menggondol medali emas. 

"Medali emas itu, akan saya hadiahkan kepada orangtua saya dan yang pasti juga akan membawa nama harum Provinsi Sumut," ujarnya.

Ia mengetahui bahwa untuk membawa pulang medali emas dalam event PON memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh usaha dan kerja keras yang matang. Selain itu, Yolanda telah memetakan kekuatan lawan bersama pelatihnya.  

"Saya memang seperti itu. Apabila mau tanding di even bergengsi seperti PON, saya harus mengenali semua lawan saya dan mengerucutkan siapa yang menjadi lawan terberat saya. Saya akan mencari tahu bagaimana proses latihan lawan terberat, lalu saya akan lakukan latihan dua kali lebih tinggi dari yang ia lakukan," terangnya.Tak lupa juga ia meminta restu dan doa dari orangtua. 

"Saya juga berdoa agar tekad dan keyakinan saya tetap ada sampai bisa melewati PON dengan menyabet medali emas," katanya.

Sampai 11 Malam

Pada Bulan Ramadan, Yolanda terus memoles dirinya untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua.

Selama puasa ini, dirinya selalu latihan mulai dari ashar sampai sebelum waktu berbuka. Sekitar pukul 4 sore sampai pukul 5.30 sore.

Latihan sebelum berbuka adalah latihan ringan. Sedangkan untuk program latihan berat setelah latihan sore sampai berbuka, pada malam harinya setelah salat tarawih melanjutkan latihan lagi sampai pukul 11 malam.

"Latihan ini baik dan berguna untuk saya. Karena ini merupakan program latihan yang diberikan pelatih. Selain itu juga, latihan bisa menyegarkan tubuh, apalagi saat puasa," ujarnya. (akb)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved