PSSI Diminta Hentikan Liga 1 dan Liga 2, Ini Komentar Pemain PSMS

PT Liga Indonesia Baru telah melayangkan surat kepada PSSI selaku regulator yang isinya meminta agar Liga 1 dan Liga 2 dihentikan.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Pemain PSMS Medan Andre Sitepu (kiri) saling beradu sundulan dengan pemain Bansar FC pada pertandingan uji coba di Stadion Teladan, Medan, Sabtu (8/2/2020). PSMS Medan berhasil menang melawan Bansar FC dengan Skor 4-0. 

TRIBUN-MEDAN.com - Sinyal Liga 2 musim ini tidak akan dilanjutkan semakin menguat. Operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru telah melayangkan surat kepada PSSI selaku regulator yang isinya meminta agar Liga 1 dan Liga 2 dihentikan.

Permintaan kepada PSSI itu terkamktub dalam surat dengan nomor 187/LIB-COR/V/2020 yang ditandatangani oleh Direktur Utama LIB Cucu Somantri dan dikirimkan ke PSSI pada Senin (4/5/2020) lalu.

Dalam suratnya itu, PT LIB juga menyarankan agar setelah kompetisi dihentikan, subsidi diberikan kepada klub Liga 1 sebesar Rp350 juta dan kepada klub Liga 2 tahun sebesar Rp100 juta. Menanggapi kabar ini, stoper PSMS, Andre Sitepu, mengaku khawatir.

"Kalau liga berhenti pasti berdampak buruk bagi kami sebagai pemain. Menghidupi keluarga dari sepak bola sudah pasti berat kalau liga ini berhenti," ujarnya kepada Tribun Medan saat dihubungi, Kamis (7/5/2020). 

Menurut Andre, tidak bekerja sampai akhir tahun akan sangat berat bagi keluarganya. 

"Kalau dipikir-pikir, satu tahun enggak bekerja kan terasa juga. Pemasukan kami tidak ada. Tabungan mulai menipis. Kalau bisa ada solusi yang terbaik dari PSSI dengan situasi seperti ini," ungkapnya. 

Andre sempat melihat secercah harapan ketika mendengar kabar beberapa klub sepakbola di Eropa mulai latihan.  

"Beberapa liga di luar sudah mulai buka wacana latihan. Artinya mulai ada kabar baik ini. Kalau mereka sudah latihan, bakal ikut juga klub-klub di Indonesia ini," beber mantan pemain Persita Tangerang ini.

Kapten PSMS Syaiful Ramadhan berpendapat menggelar turnamen adalah solusi yang cukup baik jika kompetisi Liga 2 dihentikan. 

"Kalau bisa janganlah sampai enggak ada kompetisi. Dari mana kami pemain bola menafkahi anak istri? Kalau enggak ada kompetisi, setidaknya adalah dibuat turnamen. Supaya ada pemasukan kami," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved