Atlet Angkat Besi Sumut Terpaksa Gotong Royong Kuras Air Banjir
"Tempat ini selalu banjir saat hujan deras. Sungguh memprihatinkan," kata Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Berat Indonesia Sumut Hermansyah.
TRIBUN-MEDAN.com - Gelanggang Olahraga Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) di Jalan Veteran, Helvetia direndam banjir, Kamis (7/5/2020) malam.
Fasilitas yang dipakai para atlet angkat besi peserta Pekan Olahraga Nasional XX 2021 untuk berlatih ini tergenang air sampai setinggi 30 cm.
"Tempat ini selalu banjir saat hujan deras. Sungguh memprihatinkan," kata Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Berat Indonesia Sumatera Utara, Hermansyah.
Ia mengaku sudah melaporkan kejadian ini kepada pembina PABBSI yang juga anggota DPR RI Hinca Panjaitan.
"Meski ini bukan dapil beliau tapi dengan adanya masukkan ini, beliau akan dengan cepat menyampaikan pada wakil-wakil rakyat di Dapil Sumut 1 yang menjadi rekan beliau di gedung DPR-RI di Senayan," pungkasnya.
Atlet angkat besi, Muhammad Irfan, mengatakan para atlet bergotong-royong menguras banjir.
"Habis sahur kami terpaksa menguras tempat latihan agar bisa digunakan saat lakukan latihan mandiri bang," katanya.
Ia berharap gedung PABBSI ini bisa diubah agar lebih nyaman dan terutama agar tidak banjir lagi saat hujan mengguyur Kota Medan.
"Saya sudah empat tahun tinggal di sini dan hampir setiap kali hujan deras pasti banjir," terang Irfan.
Ia mengaku, kalau sudah banjir pasti semua aktivitas terganggu. Apalagi aktivitas saat para atlet latihan malam.
"Kemarin kan banjirnya malam. Makanya kami jadi susah latihan. Setelah huja reda, barulah kami kuras semua airnya," terangnya.
Irfan juga menyatakan kalau hujan deras, bukan GOR PABBSI saja yang banjir, tapi rumah yang berada di belakang gedung juga kebanjiran.
"Menurut saya karena saluran air di daerah ini tidak lancar," ujarnya.
Atlet lainnya, Teguh Imam Santoso, mengatakan banjir sangat menggangu latihan.
"Karena air surut perlu beberapa hari agar bisa kembali seperti biasa. Kemudian keadaan tempat latihan jadi kotor," katanya.
Selain itu juga, karena banjir, platform yang digunakan menjadi basah dan jadi licin. Besi dan platform yang digunakan akibat banjir jadi berkarat dan rusak.
"Atlet yang juga tinggal di sana jadi terganggu istirahatnya karena banjir. Pasti mereka akan menguras air dulu setelah hujan reda. Baru bisa tidur," ujarnya. (akb)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/gor_pabbsi_banjir.jpg)