Diangkut Secara Ilegal, Kementerian Lingkungan Hidup Amankan 1.266 Ekor Burung Pleci

Para pelaku kejahatan lingkungan jangan coba-coba memanfaatkan situasi pandemi Covid-19

TRIBUN MEDAN/HO
BALAI Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera Seksi Wilayah I Medan melepasliarkan 1.266 ekor burung pleci (Zosterops japonicus) yang diamankan dalam operasi peredaran hasil hutan, Rabu (6/5/2020) lalu. 

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN- Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera Seksi Wilayah I Medan menyita dan mengamankan 1.266 ekor burung pleci (Zosterops japonicus) dalam operasi peredaran hasil hutan, Rabu (6/5/2020) lalu, di lokasi pool bus PT Atlas, Jalan Ringroad Gagak Hitam, Kota Medan.

Burung-burung milik RH yang berasal dari Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, dikirim ke Medan, tanpa dilengkapi surat angkut tumbuhan dan satwa dalam negeri.

Kepala Seksi Balai Gakkum Sumatera Seksi Wilayah I Medan, Haluanto Ginting mengatakan burung-burung itu berada di dalam 30 kardus.

Sebanyak 556 ekor burung sudah mati dan 710 ekor masih hidup.

“Kami akan meminta ahlinya mengidentifikasi jenis satwa liar itu dan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, dengan tetap mengikuti ketentuan menghadapi pandemi Covid-19. Kami sudah mengubur burung yang mati dan akan menjaga dan merawat burung yang hidup," kata Haluanto, Jumat (8/5/2020).

Haluanto menjelaskan, penyitaan itu berawal dari pengaduan masyarakat terkait dugaan peredaran satwa dilindungi.

Pada Rabu, 6 Mei 2020, Tim Balai Gakkum Sumatera Seksi Wilayah I Medan membuntuti bus PT Atlas rute Takengon – Kota Medan, yang diduga membawa satwa dilindungi, sejak dari perbatasan Provinsi Aceh-Sumatera Utara.

Setelah bus tiba di pool bus PT Atlas di Jalan Ringroad Gagak Hitam, Medan, sekitar pukul 09.00 WIB pagi tanggal 7 Mei 2020, Tim menyergap dan mengamankan 30 kardus berisi burung pleci

"Dari pemeriksaan S yang menerima burung-burung itu, Tim Seksi Wilayah I Medan mendapatkan informasi kalau burung-burung itu milik RH yang berasal dari Takengon dikirim ke Medan," kata Haluanto.

BERITA FOTO PFI Medan dan Sejumlah Lembaga Penggiat Lingkungan Hidup Gelar Pameran dan Diskusi Foto

Sementara itu, Eduward Hutapea, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera menegaskan para pelaku kejahatan lingkungan jangan coba-coba memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 karena pihaknya tidak berhenti mengawasi dan menindak pelaku kejahatan lingkungan.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved